Tampilkan postingan dengan label MTK dan IAD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MTK dan IAD. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Mei 2011

SEJARAH PERKEMBANGAN TELEVISI DAN PENGARUH TELEVISI TERHADAP PERILAKU MANUSIA


 A.    Sejarah Televisi

Penemu Televisi Adalah J.L. Baird & C.F. Jenkins berasal dari Negara Amerika. Televisi adalah sebuah media telekomunikasi terkenal sebagai penerima siaran gambar bergerak beserta suara, baik itu yang monokrom (hitam putih) maupun warna. Televisi juga dapat diartikan sebagai kotak televisi, Kata televise merupakan gabungan dari kata tele λε, = jauh) dari bahasa Yunani dan visio (penglihatan) dari bahasa Latin. Sehingga televisi dapat diartikan sebagai telekomunikasi yang dapat dilihat dari jarak jauh. Penemuan televisi disejajarkan dengan penemuan roda, karena penemuan ini mampu mengubah peradaban dunia. Di Indonesia televisi secara tidak formal disebut dengan TV, tivi, teve atau tipi.

Di bagian awal pembuatannya, televisi menggunakan gabungan teknologi optik, mekanik dan elektronik untuk merekam, menampilkan, dan menyiarkan gambar visual. Menjelang akhir tahun 1920-an, diusahakan pula sistem pertelevisian dengan hanya menggunakan teknologi optik dan elektronik saja yang menjadi awal semua sistem televisi masa kini. Sesungguhnya, pengetahuan yang diperoleh dari usaha sistem berteknologi mekanik adalah penting demi pembangunan televisi yang elektronik sepenuhnya.

Kotak televisi yang pertama dijual pada akhir tahun 1930-an sudah menjadi salah satu alat penerima komunikasi utama dalam rumah, perdagangan dan institusi, khususnya sebagai sumber hiburan dan berita. Sejak 1970-an, kemunculan video tape, cakram laser, DVD dan kini cakram Blu-ray juga menjadikan kotak televisi sebagai alat untuk menayangkan hasil rekaman. Walaupun terdapat pula kegunaan televisi yang lain seperti televisi sirkuit tertutup, namun kegunaan yang paling utama adalah penyiaran televisi yang menyamai sistem penyiaran radio ketika dibangun pada tahun 1920-an, menggunakan pemancar frekuensi radio berkuasa tinggi untuk menyiarkan gelombang televisi ke penerima TV.

Televisi adalah sebuah temuan massal, karena merupakan perpaduan dari beberapa hasil penemuan sebelumnya yang di terus kembangkan dari tahun ke tahun. Televisi berasal dari kata tele yang berarti jauh dan vision yang berarti tampak. Jadi televisi berarti tampak atau dapat melihat dari jarak jauh. Penemuan televisi melibatkan banyak pihak namun tidak dapat dipisahkan dari penemu dasar tentang Gelombang Elektromagnet yaitu Joseph Henry dan Michael Faraday (1831). Berikut para penemu yang terlibat dalam penemuan massal tersebut baik perorangan maupun badan usaha :

·     1876-George Carey menciptakan selenium camera yang digambarkan dapat membuat seseorang melihat gelombang listrik. Belakangan, Eugen Goldstein menyebut tembakan gelombang sinar dalam tabung hampa itu dinamakan sebagai sinar katoda.

·     1884-Paul Nipkov, Ilmuwan Jerman, berhasil mengirim gambar elektronik menggunakan kepingan logam yang disebut teleskop elektrik dengan resolusi 18 garis.

·     1888-Freidrich Reinitzeer, ahli botani Austria, menemukan cairan kristal (liquid crystals), yang kelak menjadi bahan baku pembuatan LCD. Namun LCD baru dikembangkan sebagai layar 60 tahun kemudian.

·      1897-Tabung Sinar Katoda (CRT) pertama diciptakan ilmuwan Jerman, Karl Ferdinand Braun. Ia membuat CRT dengan layar berpendar bila terkena sinar. Inilah yang menjadi dasar televisi layar tabung.

·      1900-Istilah Televisi pertama kali dikemukakan Constatin Perskyl dari Rusia pada acara International Congress of Electricity yang pertama dalam Pameran Teknologi Dunia di Paris.

·      1907-Campbell Swinton dan Boris Rosing dalam percobaan terpisah menggunakan sinar katoda untuk mengirim gambar.

·    1927-Philo T Farnsworth ilmuwan asal Utah, Amerika Serikat mengembangkan televisi modern pertama saat berusia 21 tahun. Gagasannya tentang image dissector tube menjadi dasar kerja televisi.

·      1929-Vladimir Zworykin dari Rusia menyempurnakan tabung katoda yang dinamakan kinescope. Temuannya mengembangkan teknologi yang dimiliki CRT.

·      1940-Peter Goldmark menciptakan televisi warna dengan resolusi mencapai 343 garis.

·     1958-Sebuah karya tulis ilmiah pertama tentang LCD sebagai tampilan dikemukakan Dr. Glenn Brown.

·      1964-Prototipe sel tunggal display Televisi Plasma pertamakali diciptakan Donald Bitzer dan Gene Slottow. Langkah ini dilanjutkan Larry Weber.

·      1967-James Fergason menemukan teknik twisted nematic, layar LCD yang lebih praktis.

·      1968-Layar LCD pertama kali diperkenalkan lembaga RCA yang dipimpin George Heilmeier.

·      1975-Larry Weber dari Universitas Illionis mulai merancang layar plasma berwarna.

·      1979-Para Ilmuwan dari perusahaan Kodak berhasil menciptakan tampilan jenis baru organic light emitting diode (OLED). Sejak itu, mereka terus mengembangkan jenis televisi OLED. Sementara itu, Walter Spear dan Peter Le Comber membuat display warna LCD dari bahan thin film transfer yang ringan.

·      1981-Stasiun televisi Jepang, NHK, mendemonstrasikan teknologi HDTV dengan resolusi mencapai 1.125 garis.

·      1987-Kodak mematenkan temuan OLED sebagai peralatan display pertama kali.

·      1995-Setelah puluhan tahun melakukan penelitian, akhirnya proyek layar plasma Larry Weber selesai. Ia berhasil menciptakan layar plasma yang lebih stabil dan cemerlang. Larry Weber kemudian megadakan riset dengan investasi senilai 26 juta dolar Amerika Serikat dari perusahaan Matsushita.

·     Dekade 2000-Masing masing jenis teknologi layar semakin disempurnakan. Baik LCD, Plasma maupun CRT terus mengeluarkan produk terakhir yang lebih sempurna dari sebelumnya.


 (Televisi Hitam-Putih)

 

 (Televisi Layar Cembung)
 

(Televisi Layar Datar)



 (LCD TV)

 

B.     Penyiaran Acara pada Televisi

Terdapat berbagai cara untuk memastikan isi TV yang dapat disiarkan untuk umum. Setelah dipublikasi, langkah selanjutnya adalah memasarkan dan menjualnya kepada setiap pasar yang ingin membelinya. Terdapat dua cara pengedaran rancangan TV, yaitu :

a)   Tayangan pertama : Penerbit menghasilkan acara yang terdiri dari satu atau lebih episode lalu menayangkannya dalam sebuah stasiun atau rangkaian yang telah membayar tanggungan biaya publikasi, atau menerima lisensi dari penerbit untuk berbuat demikian.

b)   Bersindikat : Inilah istilah umum yang mentarifkan penggunaan acara selanjutnya (setelah tayangan pertama), bukan saja tayangan lanjutan di satu negara, bahkan juga penggunaan antarnegara yang tidak semestinya diurus oleh penerbit asli. Setiap kali, kerja pensindikatan melibatkan organisasi lain, stasiun televisi atau individu; dalam arti kata lain, mereka dapat menjual acara kepada pasaran yang diizinkan dengan kontrak dari pemegang hak cipta, yaitu setiap pihak penerbit.

C.    Pengaruh Televisi terhadap Perilaku Manusia

Televisi saat ini adalah sarana elektronik yang sangat digemari dan dicari semua orang. Untuk mendapatkan televisi tidak lagi sesulit zaman dahulu. Saat ini televisi telah menjangkau lebih dari 90%  penduduk di negara berkembang. Televisi yang dulu mungkin hanya menjadi konsumsi kalangan dan umur tertentu saat ini bisa dinikmati dan sangat mudah dijangkau oleh semua kalangan tanpa batasan usia. Siaran-siaran televisi akan memanjakan orang-orang pada saat-saat luang seperti saat liburan, sehabis bekerja bahkan dalam suasana sedang bekerjapun orang-orang masih menyempatkan diri untuk menonton televisi. Suguhan acara yang bervariasi dan menarik membuat orang tergerak untuk meluangkan waktunya duduk di depan televisi. Namun dibalik itu semua dengan dan tanpa disadari televisi telah memberikan banyak pengaruh negatif dalam kehidupan manusia baik anak-anak maupun orang dewasa. Kita harus berhati-hati sebab televisi selain bisa menjadi teman yang baik bisa juga menjadi hal yang sangat tidak baik.

1.   Pengaruh Positif Televisi Bagi Manusia

Pengaruh positif yang tercipta oleh media televisi :

-    Televisi adalah sebagai sarana untuk memperlancar hubungan dan komunikasi antar manusia.
-    Televisi memiliki kecepatan dan keakuratan dalam menyajikan berita, melebihi media massa lainnya seperti surat kabar dan radio.
-  Mampu menyuguhkan beragam tayangan hiburan yang dapat menghilangkan stress karena banyaknya masalah dalam kehidupan dan
-    Dapat menambah informasi, wawasan, pengetahuan, pendidikan dan lainnya.

a)   Televisi Media untuk Menghibur

Fungsi televisi adalah memberikan hiburan yang sehat serta pengetahuan kepada pemirsanya. Tidak bisa dipungkiri bahwa manusia adalah makhluk yang membutuhkan hiburan. Hidup akan berwarna bila ada hiburan. Televisi sebagai salah satu sarana hiburan sangat dibutuhkan semua orang. Hiburan-hiburan yang sehat yang ditayangkan di televisi seperti musik, film, infotainment dan lain-lain sangat bermanfaat unutk mencairkan kejenuhan setelah sehari bekerja keras. Hal itu membuat pikiran kita kembali segar dan melupakan sejenak kelelahan sepanjang hari.

b)   Televisi Memberi Informasi, Pengetahuan dan Pendidikan

Televisi dapat menyebarkan berita dan gagasan lebih cepat. Dengan adanya media televisi dunia kelihatan semakin kecil dari sebelumnya. Kita bisa memperoleh kesempatan untuk memperoleh informasi yang lebih baik tentang apa yang terjadi di dunia. Berita-berita aktual bisa langsung disebarkan ke berbagai pelosok dunia secara langsung. Banjir, gempa bumi, penyakit, berita kriminalitas, berita olah-raga yang terjadi di belahan bumi bisa disaksikan bersama-sama oleh berjuta-juta orang. Dengan menonton tayangan televisi akan bisa menambah wawasan kita. Televisi menambah pengetahuan kita. Industri pertelevisian di negara kita khususnya sebenarnya banyak menayangkan informasi-informasi yang akurat tentang pendidikan dan ilmu pengetahuan.

2.   Pengaruh Negatif Televisi Bagi Manusia

Pengaruh negatif yang tercipta oleh media televisi :

-    Dapat menyita banyak waktu berharga dan menjadi pemalas.
-    Dapat membohongi dan dapat membuat lupa diri.
-    Dapat mempengaruhi cara berinteraksi dengan keluarga.
-  Dapat mempercepat kehancuran nilai-nilai agama dan moral tradisional dari pemirsanya.
-    Dapat merusak mental sekaligus pola pikir anak-anak tanpa pandang bulu.
-    Dapat mengakibatkan pergeseran moral.
-    Dapat mengganggu kesehatan.

a)   Televisi Dapat Mengakibatkan Pergeseran Moral

Banyak tayangan televisi saat ini yang sudah kehilangan fungsi yang mengakibatkan pergeseran moral. Yang seharusnya televisi itu dibuat dan dirancang sebagai pendukung moral namun pada kenyataannya tidak demikian. Program acara yang ditayangkan banyak yang merusak moral, martabat dan juga fisik manusia. Banyak acara televisi yang mengajarkan orang bagaimana utuk berbuat licik, jahat, membunuh, berbohong, bertindak asusila, dan lain sebagainya. Tayangan-tayangan yang berbau kekerasan, seksual, banyak mempengaruhi jalan pikiran pemirsa yang akibatnya adalah mereka menganggap hal itu sebagai sesuatu yang normal untuk dilakukan.

Sungguh sangat disayangkan sekali, seperti tidak ada lembaga sensor untuk sinetron tentang tindakan yang terlihat begitu vulgar di televisi. Adegan-adegan kekerasan, kebencian dan kejahatan, orang tua dan anak bekerja-sama melakukan kejahatan demi uang, anak-anak melawan dan memaki orang tua, murid-murid melawan guru yang akibatnya guru seperti tidak memiliki harga lagi di masyarakat, dan kejahatan moral lainnya juga sangat mudah didapatkan dalam tayangan-tanyangan televisi seperti sinetron, telenovela dan olah raga. Memang pengaruh negatif dari tayangan-tayangan seperti di atas tidak akan langsung terlihat. Tetapi akan terlihat nanti, dimana bila semakin banyak seseorang itu menonton acara-acara kekerasan maka akan semakin besar kemungkinan bagi dia untuk berpikir bahwa hal semacam itu normal-normal saja dan boleh untuk dipraktekkan.

b)   Televisi Dapat Menyita Banyak Waktu dan Menjadi Pemalas

Menurut survey, kurang dari 25% orang tua percaya bahwa anak-anak mereka lebih banyak menonton televisi. Pada akhirnya televisi akan memanjakan pemirsa yang membuat orang lupa untuk beraktivitas, menghancurkan gairah kerja, dan lain-lain. Banyak acara populer yang ditayangkan pada tengah malam atau subuh. Para penggemar acara tersebut akan memilih untuk duduk di depan televisi semalaman dari pada memikirkan pekerjaan esok hari. Akhirnya keadaan ini mengurangi kualitas kerja. Karena hal ini pula, dapat menumbuhkan sifat pemalas, karena berjam-jam kita hanya didepan TV tanpa melakukan hal lain yang lebih berguna.

c)   Televisi Dapat Membohongi dan Dapat Membuat Lupa Diri

Dalam pertelevisian, cerita-cerita yang tidak masuk akal (diluar logika) iklan-iklan yang sangat menggiurkan banyak mempengaruhi pemirsa. Sinetron ataupun film di televisi banyak menyajikan model tindakan dan konsekuensi yang sepenuhnya tidak realistis. Pahlawan-pahlawan film bisa mengatasi masalah yang paling sulit dalam hitungan detik. Model seperti ini bisa mempunyai pengaruh atas cara pendekatan anak-anak kepada masalah. Namun yang lebih membahayakan lagi adalah dampak konsumsi sehari-hari dari tokoh idola dalam cerita dan acara yang hanya memperlihatkan sedikit perbedaan antara benar dan salah.

Anak-anak sangat mudah terpengaruh dan dapat dengan mudah menirukan kehidupan sang tokoh film dalam kehidupannya dan menginginkan diri seperti tokoh tersebut. Ada seorang kakak yang baru berumur 6  tahun, yang membunuh adiknya yang berusia 4 tahun . Setelah di lakukan investigasi, ditemukan bahwa penyebabnya adalah mereka bermain “Power Ranger” di kamar. Sang kakak menjadi Power Ranger, dan sang adik menjadi musuh, karena terpengaruh adegan film tersebut, sang kakak mendorong adiknya dari lantai 2 kamarnya, tentunya sang adik terjatuh dan akhirnya nyawanyapun melayang.

Hal ini terjadi adalah karena pengaruh dari tontonan televisi. Televisi banyak mempengaruhi pemirsa secara psikologis. Banyak tayangan yang mengajak pemirsanya untuk hidup dalam dunia delusi atau alam khayalan. Menciptakan kecemburuan yang akhirnya memaksa diri untuk melakukan kejahatan demi memenuhi hasrat. Televisi mengajarkan kepuasan sesaat, seperti iklan yang digunakan untuk menarik anak-anak dan remaja dan menarik mereka membeli suatu produk yang menipu. Televisi mengajarkan bahwa kebahagiaan berarti memiliki segala sesuatu.

d)  Televisi Dapat Mempengaruhi Cara Berinteraksi dengan Keluarga

Anak-anak lebih banyak membuang waktunya duduk di depan televisi dari pada berkomunikasi dengan orang tuanya. Suami dan isteri sampai saling beradu tegang untuk memegang remote kontrol. Seorang ibu yang sedang asyik menonton tayangan sinetron mencubit anaknya yang menangis minta diambilkan susu. Televisi telah banyak membuat kalut komunikasi yang efektif. Anak-anak remaja lebih bisa menghafal lagu dari Justin Bieber daripada tugas yang diberikan oleh guru dan orang tua.

e)   Televisi Dapat Mengganggu Kesehatan

Menonton televisi secara berlebihan dapat mengakibatkan kesehatan badan dan pikiran terganggu. Kita dapat terserang banyak penyakit, seperti penyakit kegemukan, masalah jantung, diabetes dan lain sebagainya.


A.    Cara Mengatasi Permasalah yang Diakibatkan dari Televisi

1.   Selektif Dalam Memilih Acara yang Ditonton

Tidak semua tayangan di televisi itu buruk tetapi ada beberapa acara yang baik untuk ditonton. Lebih baik menonton acara-acara yang berkualitas di televisi. Dalam hal ini kita lebih baik melihat acara apa yang direkomendasikan. Contohnya, bila kita ingin menonton film, sangat baik bila kita membaca resensinya terlebih dahulu sebelum kita menontonnya. Televisi membuat anak-anak menutup diri dari keluarga dan keluarga akan sulit untuk memantau program-program yang ditonton. Jika anak-anak mempunyai televisi di kamar, pertimbangkan untuk memindahkan televisi tersebut atau bersiaplah untuk menghadapi permasalahan yang besar dengan anak-anak kita.

Kita harus menentukan acara televisi yang akan ditonton oleh anak kita setiap minggunya. Pastikan televisi tidak dihidupkan ketika acara ditetapkan untuk ditonton belum mulai. Jangan biarkan televisi hidup hanya untuk melihat iklan atau untuk mendengar suaranya saja. Orang tua juga perlu, mendampingi anak-anak saat menonton sebuah tayangan dan memberi mereka penerangan akan siaran yang ditonton. Kita perlu melihat bagaimana anak-anak menyikapi tontonan tersebut dan memberikan waktu untuk mendiskusikannya bersama. Orang tua juga perlu menetapkan jam untuk menonton.

2.   Selalu Ingat dan Mengutamakan Kesehatan

Menonton televisi secara berlebihan dapat mengakibatkan kesehatan badan dan pikiran terganggu. Dapat terserang penyakit seperti kegemukan, masalah jantung dan diabetes. Sehingga para dokter selalu menyarankan agar tontonan TV untuk anak-anak hanya dilangsungkan selama 1-2 jam sehari. Ada baiknya kita mengikuti saran tersebut agar kesehatan tubuh tetap terjaga.



KESIMPULAN


Penemu Televisi Adalah J.L. Baird & C.F. Jenkins berasal dari Negara Amerika. Televisi adalah sebuah media telekomunikasi terkenal sebagai penerima siaran gambar bergerak beserta suara, baik itu yang monokrom (hitam putih) maupun warna, Televisi juga dapat diartikan sebagai kotak televisi, Kata televisi merupakan gabungan dari kata teleλε, = jauh) dari bahasa Yunani dan visio (penglihatan) dari bahasa Latin. Sehingga televisi dapat diartikan sebagai telekomunikasi yang dapat dilihat dari jarak jauh.

Dengan adanya televisi, pasti sangat berpengaruh pada perilaku manusia, baik pengaruh positif maupun pengaruh negatif. Pengaruh positif yang tercipta oleh media televisi adalah :

-    Televisi adalah sebagai sarana untuk memperlancar hubungan dan komunikasi antar manusia.
-    Televisi memiliki kecepatan dan keakuratan dalam menyajikan berita, melebihi media massa lainnya seperti surat kabar dan radio.
-  Mampu menyuguhkan beragam tayangan hiburan yang dapat menghilangkan stress karena banyaknya masalah dalam kehidupan.
-    Dapat menambah informasi, wawasan, pengetahuan, pendidikan dan lainnya.

Televisi juga memberi pengaruh negatif pada kita semua. Pengaruh negatif yang tercipta oleh media televisi adalah :

-    Dapat menyita banyak waktu berharga dan menjadi pemalas.
-    Dapat membohongi dan dapat membuat lupa diri.
-    Dapat mempengaruhi cara berinteraksi dengan keluarga.
- Dapat mempercepat kehancuran nilai-nilai agama dan moral tradisional dari pemirsanya.
-    Dapat merusak mental sekaligus pola pikir anak-anak tanpa pandang bulu.
-    Dapat mengakibatkan pergeseran moral.
-    Dapat mengganggu kesehatan.

Setelah melihat adanya pengaruh positif dari adanya televisi, tentunya televisi dapat banyak membantu kita ketika dalam kondisi suntuk atau bosan dengan adanya acara hiburan. Kita juga dapat dengan mudah mendapat informasi dalam waktu yang singkat tentang keadaan dunia saat ini. Sedangkan pengaruh negatif yang ditimbulkan karena televisi tentu sangat meresahkan kita semua, seperti acara televisi dapat membuat kita menjadi pemalas, lupa diri, mengakibatkan pergeseran moral dan lain sebagainya. Karena itulah cara yang tepat untuk mencegah pengaruh negatif tersebut kita harus selektif dalam memilih acara di TV, dan harus selalu ingat bahaya penyakit yang ditimbulkan karena terlalu lama menonton acara TV hingga banyak memakan waktu.



Vinni Febrina :)



Daftar Pustaka :

Anonim.2009.Penemu Televisi.http://penemu televisi.wordpress.com/kisah-penemuan-televisi.28 April 2011

Anonim.2010.Dampak Televisi.http://dampak televisi.com/dampak-positif-dan-negatif-televisi.28 April 2011

Anonim.Televisi.http://id.wikipedia.org/wiki/Televisi.28 April 2011

Minggu, 13 Maret 2011

MENELAAH KEHIDUPAN DAN KARAKTERISTIK MASYARAKAT PADA SUKU ASMAT


A. LETAK GEOGRAFIS SUKU ASMAT

Di Indonesia bagian Timur, tepatnya di Papua, ada sebuah suku yang hasil ukirannya sangat unik dan terkenal di bagian Indonesia lainnya, termasuk bagian bumi di luar Indonesia. Suku yang dimaksud ialah Suku Asmat. Jumlah populasi Suku Asmat yang berkisar 70.000 orang terbagi dalam dua populasi besar, yaitu mereka yang tinggal di pedalaman dan mereka yang tinggal di pesisir pantai. Cara hidup, ritual, kebiasaan, sistem sosial, dan dialek bahasa kedua populasi ini sangat berbeda. Suku Asmat yang tinggal di daerah pesisir pantai dibagi menjadi Suku Bisman dan Suku Simai.

Kabupaten Asmat terletak diantara 4º-7º Lintang Selatan dan 137º-140º Bujur  Timur. Sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Nduga dan Kabupaten Yahukimo. Sebelah selatan berbatasan dengan Laut Arafuradan Kabupaten Mappi. Sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Mimika dan Laut Arafura. Sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Boven Digoel dan Kabupaten Mappi.

Karakteristik wilayah yang berdataran rendah, ber-rawa dan sering tergenang air, menyebabkan pembangunan konstruksi jalan di Kabupaten Asmat menggunakan konstruksi jalan jembatan. Jalan jembatan inilah yang menjadi sarana transportasi bagi masyarakat setempat untuk melakukan perjalanan darat. Satu-satunya cara untuk melaluinya adalah dengan berjalan kaki.

Di kota Agats, ibukota Kabupaten Asmat, seluruh bagian kota dihubungkan dengan jalan jembatan ini. Jalan utama di kota ini adalah sebuah jembatan dengan lebar kira-kira 2 meter yang memanjang menuju pusat-pusat perekonomian seperti pasar, pusat pemerintahan, pusat kesehatan, sarana umum, tempat ibadah dan sekolah. Masing-masing rumah terhubung dengan jembatan seadanya menuju jembatan utama yang herfungsi sebagai jalan umum bagi pejalan kaki. Tidak ada kendaraan bermotor roda dua dan empat di kota kabupaten seperti Agats. Jadi tidak ada polusi suara maupun polusi udara di sini.

Kondisi seperti ini menciptakan interaksi yang sangat tinggi di antara masyarakat, karena hampir semua warga akan melintas di jalan jembatan ini, tak terkecuali para pejabat. Interaksi masyarakat yang sangat tinggi ini memungkinkan satu sama lain saling mengenal dan saling menyapa.

Kehadiran orang asing atau tamu akan langsung dikenali di wilayah itu Masyarakat Asmat sangat ramah dengan para pendatang baru atau tamu di wilayahnya. Mereka biasanya akan menyapa selamat pagi atau selamat siang jika berpapasan di jalan. Sedangkan untuk berhuhungan dari satu distrik ke distrik lain, yaitu bagian wilayah di luar kota Agats, digunakan transportasi air. Beberapa alat transportasi air seperti perahu, perahu panjang tradisional, perahu panjang dengan motor dan speedboat sering menjadi pilihan untuk perjalanan antar kampung dan distrik.

Iklim di Papua

Keadaan iklim di daerah Papua sangat dipengaruhi oleh topografi daerah. Pada saat musim panas di dataran Asia (bulan Maret dan Oktober) Australia mengalami musim dingin, sehingga terjadi tekanan udara dari daerah yang tinggi (Australia) ke daerah yang rendah (Asia) melintasi pulau Papua sehingga terjadi musim kering terutama Papua bagian selatan (Merauke).

Pada saat angin berhembus dari Asia ke Australia (bulan Oktober dan Maret) membawa uap air yang menyebabkan musim hujan, terutama Papua bagian utara, dibagian selatan tidak mendapat banyak hujan karena banyak tertampung di bagian utara. Keadaan iklim Papua termasuk iklim tropis, dengan keadaan curah hujan sangat bervariasi terpengaruh oleh lingkungan alam sekitarnya.

Curah hujan bervariasi secara lokal, mulai dari 1.500 mm sampai dengan 7.500 mm setahun. Curah hujan di bagian utara dan tengah rata-rata 2000 mm per tahun (hujan sepanjang tahun). cuaca hujan di bagian selatan kurang dari 2000 mm per tahun dengan bulan kering rata-rata 7 (tujuh) bulan. Jumlah hari-hari hujan per tahun rata-rata untuk Jayapura 160, Biak 215, Enarotali 250, Manokwari 140 dan Merauke 100.


B. KEBUDAYAAN SUKU ASMAT

1) Tradisi Suku Asmat

Ciri khas suku Asmat ketika mendayung perahu sangat unik. Mereka melakukannya tidak dengan duduk melainkan sambil berdiri. Anehnya mereka bisa menjaga keseimbangan tubuh sehingga perahu tetap jalan dan tidak terguling, Bahkan anak-anak Asmat pun bisa melakukan yang dilakukan orang tua mereka. Sebuah pemandangan yang unik dan menarik.

Rumah Tradisional Asmat adalah Jeu, dengan panjang sampai 25 meter. Sampai sekarang masih bisa dijumpai rumah tradisional ini jika kita berkunjung ke Asmat pedalaman. Bahkan masih ada juga di antara mereka yang membangun rumah tinggal di atas pohon.

Kelahiran

Tak ada upacara khusus dan hampir sama dengan prosesi kelahiran disuku lainnya. Bayi yang baru lahir kemudian dibersihkan dan tali pusarnya dipotong dengan bambu yang disebut sembilu.

Pernikahan

Salah satu adat istiadat suku Asmat bisa dilihat pada upacara pernikahannya. Sebenarnya tidak ada upacara khusus, namun saat ada laki-laki dan wanita suku Asmat yang akan menikah, pihak laki-laki harus “membeli” wanita pilihannya dengan menawarkan mas kawin berupa piring antik beserta uang yang nilainya disetarakan dengan perahu Johnson (sejenis kapal perahu motor yang biasanya digunakan melaut). Bila pihak laki-laki memberikan uang mas kawin dengan harga yang kurang dari harga kapal Johnson tersebut, ia tetap boleh menikah dan tinggal bersama istrinya tapi harus tetap melunasi hutang mas kawinnya.

Kematian

Adat suku Asmat dalam acara kematian mungkin akan membuat orang lain bergidik. Bila yang meninggal adalah kepala suku, maka mayatnya akan dimumikan dan dipajang di depan rumah adat. Bila masyarakat biasa, jasadnya akan dikuburkan seperti biasa.Upacara kematian akan diiringi oleh tangisan dan nyanyian dalambahasa Asmat. Hal yang akan membuat orang lain bergidik adalah adanya acara pemotongan jari salah satu anggota keluarga yang meninggal. Satu ruas jari dari orang suku Asmat akan dipotong setiap ada anggota keluarganya yang meninggal.

Suku Asmat percaya bahwa kematian yang datang kecuali pada usia yang terlalu tua atau terlalu muda, adalah disebabkan oleh tindakan jahat, baik dari kekuatan magis atau tindakan kekerasan. Kepercayaan mereka mengharuskan pembalasan dendam untuk korban yang sudah meninggal. Roh leluhur, kepada siapa mereka membaktikan diri, direpresentasikan dalam ukiran kayu spektakuler di kano, tameng atau tiang kayu yang berukir figur manusia. Sampai pada akhir abad 20an,  para pemuda Asmat memenuhi kewajiban dan pengabdian mereka terhadap sesama anggota, kepada leluhur dan sekaligus membuktikan kejantanan dengan membawa kepala musuh mereka, sementara bagian badannya di tawarkan untuk dimakan anggota keluarga yang lain di desa tersebut.

Ada banyak pertentangan di antara desa asmat. Yang paling mengerikan adalah cara yang di pakai suku asmat membunuh musuhnya. Ketika musuh membunuh, mayatnya dibawa kekampung, kemudian dipotong dan dibagikan kepada seluruh penduduk untuk memakan bersama. Mereka menyanyikan lagu kematian dan memenggal kepalanya. Otaknya dibungkus daun sago dan dipanggang kemudian dimakan. sekarang biasanya di satu kampung dihuni kira-kira 100 sampai 1000 orang. Setiap kampung punya satu rumah bujang dan banyak rumah keluarga. Rumah bujang dipakai untuk upacara adat dan upacara keagamaan. Rumah keluarga dihuni oleh dua sampai tiga keluarga, yang mempunyai kamar mandi dan dapur sendiri.

Bagi suku asmat kala mengukir patung adalah saat di mana mereka berkomunikasi dengan leluhur yag ada di alam lain. itu dimungkinkan karena mereka mengenal tiga konsep dunia :

- Amat ow capinmi (alam kehidupan sekarang)

- Dampu ow campinmi (alam pesinggahan roh yang sudah meninggal)

- Safar (surga) percaya sebelum memasuki surga, arwah orang sudah meninggal akan mengganggu manusia. gangguan bisa berupa penyakit, bencana bahkan peperangan. Maka, demi menyelamatkan manusia serta menebus arwah, mereka yang masih hidup membuat patung dan mengelar pesta seperti pesta patung bis (Bioskokombi), pesta topeng, pesta perahu, dan pesta ulat ulat sagu. Konon patung bis adalah bentuk patung yang paling sakral. namun kini membuat patung bagi suku asmat tidak sekadar memenuhi panggilan tradisi, sebab hasil ukiran itu juga mereka jual kepada orang asing di saat pesta ukiran. mereka tahu hasil ukiran tangan dihargai tinggi antara Rp. 100 ribu hingga jutaan rupiah diluar papua.

2) Ukiran Kayu Suku Asmat

Suku Asmat dikenal dengan hasil ukiran kayunya yang unik. Karya ukir kayu khas Suku Asmat adalah salah satu kekayaan budaya nasional yang sudah memiliki nama bagi para turis asing. Karakteristik ukiran Suku Asmat mempunyai pola yang unik dan bersifat naturalis. Dari pola-pola itu terlihat kerumitan cara membuatnya sehingga membuat karya ukir mereka bernilai tinggi dan cukup banyak diminati para turis asing.

Dari segi model, ukiran Suku Asmat sangat beragam, mulai dari patung manusia, perahu, panel, perisai, tifa, telur kaswari, sampai ukiran tiang. Suku Asmat biasanya mengadopsi pengalaman dan lingkungan hidup sehari-hari sebagai pola ukiran mereka, seperti pohon, perahu, binatang, orang berperahu, dan lain-lain. Masyarakat Asmat terdiri dari 12 sub etnis, dan masing-masing memiliki ciri khas pada karya seninya. Begitu juga dengan kayu yang digunakan, ada juga perbedaannya. Ada sub etnis yang menonjol ukiran patungnya, ada yang menonjol ukiran salawaku atau perisai, ada pula yang memiliki ukiran untuk hiasan dinding dan peralatan perang.

Yang paling istimewa dan unik adalah bahwa setiap karya ukir tidak memiliki kesamaan atau duplikatnya karena mereka tidak memproduksi ukiran berpola sama dalam skala besar. Jadi, kalau kita memiliki satu ukiran dari Asmat dengan pola tertentu, itu adalah satu-satunya yang ada karena orang Asmat tidak membuat pola sama dalam ukirannya. Bentuk boleh sama, misalnya perisai atau panel, tetapi soal pola pasti akan berbeda. Itulah keunikan ukiran Suku Asmat.


Mengenal Suku Asmat merupakan wahana tersendiri akan kekayaan budaya bangsa Indonesia. Suku Asmat merupakan salah satu ikon budaya Indonesia yang menjadi nilai tersendiri untuk dikembangkan menjadi surga pariwisata di kawasan timur Indonesia. Suku Asmat memiliki ragam budaya dan seni pertunjukan yang luar biasa. Setiap wisatawan yang datang ke wilayah Suku Asmat pastilah akan disuguhkan suatu fenomena alami yang menyatu dengan lingkungan alamnya yang masih perawan. Sungguh suatu petualangan yang sulit untuk dilupakan.

3) Cara Merias Diri Suku Asmat

Suku asmat memiliki cara yang sangat sederhana untuk merias diri mereka. Mereka hanya membutuhkan tanah merah untuk menghasilkan warna merah. Untuk menghasilkan warna putih mereka membuatnya dari kulit kerang yang sudah dihaluskan. Sedangkan warnah hitam mereka hasilkan dari arang kayu yang dihaluskan. Cara menggunakan pun cukup simpel, hanya dengan mencampur bahan tersebut dengan sedikit air, pewarna itu sudah bisa digunakan untuk mewarnai tubuh.

Selain budaya, penduduk kampung syuru juga amat piawai membuat ukiran seperti suku asmat umumnya. Ukiran bagi suku asmat bisa menjadi penghubung antara kehidupan masa kini dengan kehidupan leluhur. Di setiap ukiran bersemayam citra dan penghargaan atas nenek moyang mereka yang sarat dengan kebesaran suku asmat.


C. KEHIDUPAN SUKU ASMAT

Suku asmat adalah sebuah suku di papua. Suku asmat dikenal dengan hasil ukiran kayunya yang unik. Populasi suku asmat terbagi dua yaitu mereka yang tinggal di pesisir pantai dan mereka yang tinggal di bagian pedalaman. Kedua populasi ini saling berbada satu sama lain dalam hal cara hidup, sturktur sosial dan ritual. Populasi pesisir pantai selanjutnya terbagi kedalam dua bagian yaitu suku bisman yang berada di antara sungai sinesty dan sungai nin serta suku simai.

Kira-kira 100 sampai 1000 orang hidup di satu kampung. Pada Suku Asmat, setiap kampung mempunyai satu rumah Bujang dan banyak rumah keluarga. Rumah Bujang dipakai untuk upacara adat dan upacara keagamaan. Rumah keluarga dihuni oleh dua sampai tiga keluarga, yang mempunyai kamar mandi dan dapur sendiri. Hari ini, ada kira-kira 70.000 orang Asmat hidup di Indonesia. Mayoritas anak-anak Asmat sedang bersekolah.


1) Karakteristik Masyarakat Suku Asmat

Secara fisik, orang-orang suku Asmat memiliki tubuh yang tinggi, besar, dan sangat tegap. Secara keseluruhan, mereka memiliki warna kulit dan rambut yang relatif gelap, karena iklim di Papua termasuk ke dalam iklim tropis (panas). Rambut mereka umumnya keriting dan berhidung mancung.


2) Cara Mencari Makan Suku Asmat

Kebiasaan bertahan hidup dan mencari makan antara suku yang satu dengan suku yang lainnya di wilayah Distrik Citak-Mitak ternyata hampir sama. suku asmat darat, suku citak dan suku mitak mempunyai kebiasaan sehari-hari dalam mencari nafkah adalah berburu binatang hutan separti, ular, burung kasuari, babi hutan, komodo dll. mereka juga selalu meramuh atau menokok sagu sebagai makan pokok dan nelayan yakni mencari ikan dan udang untuk dimakan. kehidupan dari ketiga suku ini ternyata telah berubah.


3) Kehidupan Sosial dan Ekonomi Suku Asmat

Sebelum mengenal bercocok tanam, Suku Asmat berburu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Hewan yang sering diburu adalah babi hutan. Mereka juga mengumpulkan makanan dengan cara mengambil tepung dari pohon sagu serta memancing. Mereka mulai mengenal bercocok tanam ketika bersentuhan dengan orang-orang di luar sukunya. Mereka mulai menanam sayur-sayuran dan kacang-kacangan serta mereka juga mulai beternak. Alasan lain mereka mulai bercocok tanam dan beternak adalah keadaan hutan yang sudah banyak berubah sehingga mengganggu persediaan makanan atau hewan buruan mereka.

Karena sering kontak dengan masyarakat dari luar, Suku Asmat mulai mengenal uang, nasi, dan ikan. Mereka mulai menggunakan pakaian dari kain layaknya orang dari luar Papua. Mereka juga sudah meninggalkan kanibalisme, yakni cara hidup yang mengkonsumsi sesama jenis (manusia). Orang yang mereka anggap musuh akan dibunuh dan bagian-bagian tubuhnya dikonsumsi bersama.

Orang-orang Asmat merasa dirinya bagian dari alam. Karena itulah mereka sangat menghormati dan menjaga alam sekitarnya bahkan, pohon di sekitar tempat hidup mereka dianggap menjadi gambaran dirinya. Batang pohon menggambarkan tangan. Buah menggambarkan kepala. Akar menggambarkan kaki.

Sehari-hari orang Asmat bekerja di lingkungan sekitarnya, terutama untuk mencari makan. Anak-anak harus membantu orangtuanya. Mereka mencari umbi, udang, kerang, kepiting, dan belalang untuk dimakan. Sementara itu para bapak menebang pohon sagu serta berburu binatang di hutan. Bahan makanan yang sudah terkumpul dimasak oleh para ibu. Selain punya tugas memasak, para ibu juga mempunyai tugas menjaring ikan di rawa-rawa.

4) Sistem Pemerintahan

Suku Asmat memiliki kepala suku atau kepala adat yang sangat dihormati. Namun, kepala suku Asmat akan menjalankan tugasnya sesuai dengan kesepakatan masyarakat, sehingga kehidupan suku Asmat relatif harmonis. Bila kepala adat meninggal, maka kepemimpinan akan diserahkan kepada marga keluarga lain yang dihormati warga (dituakan). Kepemimpinan ini juga bisa diserahkan pada seseorang yang berhasil mendapat kemenangan dalam peperangan.

Dalam peperangan, suku Asmat memakai senjata berupa busur dan panah. Menurut adat suku Asmat, musuh yang sudah mati akan dibawa ke kampung oleh pihak pemenang perang. Setelah itu mayatnya akan dipotong dan dibagikan pada masyarakat untuk dimakan bersama. Tentu saja hal ini tidak ditemukan lagi di masa sekarang.





KESIMPULAN

Suku Asmat adalah sebuah suku di Papua. Keadaan iklim di Papua tergolong tropis. Oleh karena itu, pada umumnya masyarakat suku Asmat relative berkulit dan berambut gelap. Walaupun iklim di Papua tropis, namun sifat dari masyarakat suku Asmat tidak keras dan pemarah, justru masyarakat disana sangat kreatif dan juga mandiri, salah satu kekreatifitasan masyarakat suku Asmat yang terkenal adalah kerajinan ukiran kayunya, bahkan hasil karyanya terkenal sampai keluar provinsi Papua dan menghasilkan pemasukan hingga lebih dari jutaan rupiah.

Pendidikan masyarakat suku Asmat juga mulai berkembang sejak era 90-an mengikuti program pendidikan dari pemerintah, dan pada saat itu pula masyarakat suku Asmat mulai memeluk agama Kristen. Dari segi ekonomi, masyarakat suku Asmat bermata pencaharian dengan bercocok tanam, dan dalam mencari makanan mereka selalu berburu hewan di hutan.

            Sistem pemerintahan di suku Asmat tergolong sangat baik, karena masyarakat disana sangat patuh terhadap kepala suku mereka, dan kepala suku disana juga menjalankan tugas sesuai dengan kesepakatan bersama. Karena itulah sistem pemerintahan di suku Asmat sangat harmonis.





*Vinni Febrina 





Referensi :

http://www.anneahira.com/adat-suku-asmat.htm
http://www.asmatkab.go.id/asmat/in/profil-daerah/58-sekilas-tentang-kabupaten-asmat.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Asmat
http://www.anneahira.com/kebudayaan-suku-asmat.htm
http://id.shvoong.com/social-sciences/sociology/1893522-suku-asmat/
http://ksupointer.com/suku-asmat-sosok-budaya-indonesia-di-papua
http://www.lestariweb.com/Indonesia/Papua_People_Asmat.htm

Minggu, 20 Februari 2011

APLIKASI STATISTIKA DALAM ILMU PSIKOLOGI


Pada semester II ini, saya mendapatkan mata kuliah MTK dan IAD dalam perkuliahan di Fakultas Psikologi. Semoga saja Teori Matematika dan contoh kasus yang saya dapatkan ini ada sangkut-pautnya dengan materi yang diharapkan pada mata kuliah MTK dan IAD dari Bu Sri Wulandari :)

Saya mengambil “Statistika” untuk tugas kali ini, karena menurut saya Statistika banyak kaitannya dengan ilmu Psikologi. Dalam perkuliahan telah kita ketahui bahwa definisi dari Psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dan penerapannya dalam permasalahan manusia. Mungkin teori-teori dalam statistika dapat membantu memecahkan permasalahan dalam ilmu Psikologi.

Definisi Statistika adalah ilmu yang mempelajari bagaimana merencanakan, mengumpulkan, menganalisis, menginterpretasi, dan mempresentasikan data. Secara singkat, definisi statistika adalah ilmu yang berkenaan dengan data. 

·      Statistika banyak diterapkan dalam berbagai disiplin ilmu, seperti :

1.    Ilmu-ilmu alam (seperti astronomi dan biologi).
2.    Ilmu-ilmu sosial (seperti sosiologi dan psikologi).
3.    Bidang bisnis, ekonomi, dan industri.

Dalam bidang pemerintahan, Statistika juga digunakan untuk berbagai macam tujuan, seperti sensus penduduk. Aplikasi statistika lainnya yang sekarang populer adalah prosedur jajak pendapat atau polling (misalnya dilakukan sebelum pemilihan umum), serta jajak cepat (perhitungan cepat hasil pemilu) atau quick count. Di bidang komputasi, statistika dapat pula diterapkan dalam pengenalan pola maupun kecerdasan buatan.

Penggunaan statistika pada masa sekarang dapat dikatakan telah menyentuh semua bidang ilmu pengetahuan, mulai dari astronomi hingga linguistika. Bidang-bidang ekonomi, biologi dan cabang-cabang terapannya, serta psikologi banyak dipengaruhi oleh statistika dalam metodologinya. Akibatnya lahirlah ilmu-ilmu gabungan seperti ekonometrika, biometrika (biostatistika), dan psikometrika, dll.

·      Beberapa kontributor statistika, yaitu :

-       Carl Gauss
-       Blaise Pascal
-       Sir Francis Galton
-       William Sealey Gosset (dikenal dengan sebutan "Student")
-       Karl Pearson
-       Sir Ronald Fisher
-       Gertrude Cox
-       Charles Spearman
-       Pafnuty Chebyshev
-       Aleksandr Lyapunov
-       Isaac Newton
-       Abraham De Moivre
-       Adolph Quetelet
-       Florence Nightingale
-       John Tukey
-       George Dantzig
-       Thomas Bayes

A.  ISTILAH DALAM STATISTIKA

Banyak istilah-istilah dalam statistika, tetapi saya mengambil beberapa istilah saja yang bisa saya pahami, seperti dibawah ini :

1.    Populasi adalah totalitas unit analisis yang sedang diteliti (keseluruhan unit analisis).

2.    Sampel adalah bagian dari populasi atau bagian yang dipilih secara sengaja atau tidak disengaja yang dianggap mewakili populasi.

3.    Subjek adalah unit dari sampel.

4.    Construct adalah faktor yang akan dianalisis atau diukur.

Dalam mengaplikasikan statistika terhadap permasalahan sains, industri, atau sosial, atau bidang lainnya pertama-tama dimulai dari mempelajari populasi. Makna populasi dalam statistika dapat berarti populasi benda hidup, benda mati, ataupun benda abstrak. Populasi juga dapat berupa pengukuran sebuah proses dalam waktu yang berbeda-beda (deret waktu).

Sebelum melakukan pendataan (pengumpulan data), dalam statistika seringkali dilakukan pengambilan sampel (sampling), yakni sebagian kecil dari populasi, yang dapat mewakili seluruh populasi. Analisis data dari sampel nantinya digunakan untuk menggeneralisasi seluruh populasi.

Jika sampel yang diambil cukup representatif, inferensial (pengambilan keputusan) dan simpulan yang dibuat dari sampel dapat digunakan untuk menggambarkan populasi secara keseluruhan. Metode statistika tentang bagaimana cara mengambil sampel yang tepat dinamakan teknik sampling.

Analisis statistik banyak menggunakan probabilitas sebagai konsep dasarnya hal terlihat banyak digunakannya uji statistika yang mengambil dasar pada sebaran peluang. Sedangkan matematika statistika merupakan cabang dari matematika terapan yang menggunakan teori probabilitas dan analisis matematika untuk mendapatkan dasar-dasar teori statistika.

·      Contoh penggunaan istilah statistik dalam ilmu Psikologi :

Kita ingin melakukan penelitian untuk mengetahui “Faktor yang Menyebabkan Kenakalan pada Remaja” di kalangan siswa/i Sekolah Menengah Atas (SMA). Kenakalan remaja disebut dengan construct, yaitu faktor yang akan dianalisis. Sedangkan siswa/i SMA itu disebut dengan  populasi, yaitu keseleluruhan unit yang ingin diteliti. Selanjutnya,  kita memilih subjek yaitu siswa/i kelas 12 SMA sebagai sample untuk pengambilan data (survei), dan proses dari pengambilan data tersebut dapat menggunakan jenis statistik yang sesuai dengan permasalahan.

B.  JENIS STATISTIKA

1.    Statistika Deskriptif, yaitu data dapat digambarkan (dideskripsikan) atau disimpulkan, baik secara numerik (misalnya : menghitung rata-rata dan deviasi standar) atau secara grafis (dalam bentuk tabel atau grafik), untuk mendapatkan gambaran sekilas mengenai data tersebut, sehingga lebih mudah dibaca dan bermakna.

·      Contoh :

Seorang mahasiswi sedang mengerjakan tugas skripsinya mengenai “Pengaruh Tindak Asusila terhadap Tingkat Kecerdasan Anak ”. Dan mahasiswi tersebut menggunakan jenis statistika deskriptif untuk penelitiannya. Dalam menggunakan jenis ini, kita dapat menggunakan tabel atau grafik untuk mempermudah menghitung tingkat kecerdasan sang anak, dan dengan tabel atau grafik juga dapat mempermudah dalam pembacaannya.

2.    Statistika Inferensial, yaitu melakukan pengambilan keputusan berdasarkan analisis data, misalnya melakukan pengujian hipotesis, melakukan estimasi pengamatan masa mendatang (estimasi atau prediksi), membuat permodelan hubungan (korelasi, regresi, ANOVA, deret waktu), dan sebagainya.

Dalam statistika inferensial terdapat permodelan hubungan, salah satunya adalah teknik korelasi. Korelasi adalah teknik analisis yang melihat kecenderungan pola dalam satu variabel berdasarkan kecenderungan pola dalam variabel yang lain. ketika satu variabel memiliki kecenderungan untuk naik maka kita melihat kecenderungan dalam variabel yang lain apakah juga naik atau turun atau tidak menentu. Jika kecenderungan dalam satu variabel selalu diikuti oleh kecenderungan dalam variabel lain, kita dapat mengatakan bahwa kedua variabel ini memiliki hubungan atau korelasi.

·      Contoh korelasi :

Seorang mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas PI ingin mengambil judul “Pengaruh Kekerasan dalam Rumah Tangga dengan Perkembangan Mental Anak”. Judul tersebut memiliki 2 variabel, yakni kekerasan dan perkembangan mental. Telah dijelaskan dalam definisinya, antara variabel 1 dengan variabel lainnya terdapat keterkaitan. Misalnya, apabila tingkat kekerasan orang tua terhadap anak terus meningkat, perkembangan mental anak akan bertambah buruk, sebaliknya jika kekerasan dalam rumah tangga dikurangi, maka perkembangan mental anak akan lebih membaik. Kenaikan dan penurunan variabel 1 mengikuti variabel yang lain menandakan bahwa adanya hubungan antara variabel tersebut.

C.  METODE STATISTIKA

Metode dalam statistika dibagi menjadi dua jenis penelitian, yaitu :

1.    Eksperimen
2.    Survei

Tujuan umum bagi suatu penelitian berbasis statistika adalah menyelidiki hubungan sebab-akibat, dan lebih khusus menarik suatu simpulan akan perubahan yang timbul pada variabel (peubah) respon akibat berubahnya variabel penjelas. Eksperimen dan survei sama-sama mendalami pengaruh perubahan pada peubah penjelas dan perilaku peubah respon akibat perubahan itu. Beda keduanya terletak pada bagaimana kajiannya dilakukan.

Eksperimen melibatkan pengukuran terhadap sistem yang dikaji, memberi perlakuan terhadap sistem, dan kemudian melakukan pengukuran lagi dengan cara yang sama terhadap sistem yang telah diperlakukan untuk mengetahui apakah perlakuan mengubah nilai pengukuran. Bisa juga perlakuan diberikan secara simultan dan pengaruhnya diukur dalam waktu yang bersamaan pula. Metode statistika yang berkaitan dengan pelaksanaan suatu eksperimen dipelajari dalam rancangan percobaan (desain eksperimen). Penelitian tipe eksperimen banyak dilakukan pada ilmu-ilmu rekayasa, misalnya teknik, ilmu pangan, agronomi, farmasi, pemasaran (marketing), dan psikologi eksperimen.

Survei tidak melakukan manipulasi terhadap sistem yang dikaji. Data dikumpulkan dan hubungan (korelasi) antara berbagai peubah diselidiki untuk memberi gambaran terhadap objek penelitian. Teknik-teknik survai dipelajari dalam metode survei. Penelitian tipe observasi paling sering dilakukan di bidang ilmu-ilmu sosial atau berkaitan dengan perilaku sehari-hari, misalnya ekonomi, psikologi dan pedagogi, kedokteran masyarakat, dan industri.

D.  SKALA PENGUKURAN

Terdapat 4 tipe pengukuran atau skala pengukuran yang digunakan di dalam statistika, yaitu nominal, ordinal, interval, dan rasio. Keempat skala pengukuran tersebut memiliki tingkat penggunaan yang berbeda dalam penelitian statistik.

1.    Skala nominal hanya bisa membedakan sesuatu yang bersifat kualitatif (misalnya: jenis kelamin, agama, warna kulit).

2.    Skala ordinal selain membedakan juga menunjukkan tingkatan (misalnya: pendidikan, tingkat kepuasan).

3.    Skala interval berupa angka kuantitatif namun tidak memiliki nilai nol mutlak (misalnya: tahun, suhu dalam Celcius).

4.    Skala rasio berupa angka kuantitatif yang memiliki nilai nol mutlak.

·      Contoh skala interval :

Salah satu penelitian yang menggunakan skala interval adalah pengisian kuisioner. Seorang mahasiswi menulis skripsi biasanya menggunakan kuisioner untuk melengkapkan data skripsinya. Misalnya kuisioner yang akan diajukan mengenai “Pengaruh  Kegemukan terhadap Rasa Percaya Diri pada Wanita Dewasa”. Biasanya kuisioner mengajukan beberapa pertanyaan tertulis berdasarkan judul, seperti :
“Apakah anda merasa malu untuk berkaca didepan cermin?”
“Apakah anda merasa puas dengan berat badan anda sekarang?”

Dalam kuisioner, untuk menjawab pertanyaan tersebut adalah menggunakan kata :

SANGAT SETUJU
SETUJU
TIDAK SETUJU
SANGAT TIDAK SETUJU

Biasanya kuisioner berbentuk tabel, dan untuk pengisiannya adalah dengan cara men-ceklis jawaban yang mereka inginkan. Tiap jawaban diberi nilai, misalnya :

SANGAT SETUJU diberi nilai 4
SETUJU diberi nilai 3
TIDAK SETUJU diberi nilai 2
SANGAT TIDAK SETUJU diberi nilai 1

Tujuan pemberian nilai ini adalah agar kita dapat mengkategorikan data untuk diri kita dari nilai-nilai tersebut. Apabila jumlah dari semua datanya sekian, berarti kita masuk dalam kategori sesuai dengan data yang telah diperoleh.

E.  TEKNIK STATISTIKA

Beberapa pengujian dan prosedur yang banyak digunakan dalam penelitian antara lain :

1.    Analisis regresi dan korelasi
2.    Analisis varians (ANOVA)
3.    Khi-kuadrat
4.    Uji t-Student


F.   STATISTIKA TERAPAN

Bebebarapa ilmu pengetahuan menggunakan statistika terapan sehingga mereka memiliki terminologi yang khusus. Disiplin ilmu tersebut antara lain :

1.    Aktuaria (penerapan statistika dalam bidang asuransi)
2.    Biostatistika atau biometrika (penerapan statistika dalam ilmu biologi)
3.    Statistika bisnis
4.    Ekonometrika
5.    Psikometrika
6.    Statistika sosial
7.    Statistika teknik atau teknometrika
8.    Fisika statistik
9.    Demografi
10.Eksplorasi data (pengenalan pola)
11.Literasi statistik
12.Analisis proses dan kemometrika (untuk analisis data kimia analis dan teknik kimia)

Statistika memberikan alat analisis data bagi berbagai bidang ilmu. Kegunaannya bermacam-macam, seperti mempelajari keragaman akibat pengukuran, mengendalikan proses, merumuskan informasi dari data, dan membantu pengambilan keputusan berdasarkan data. Statistika, karena sifatnya yang objektif, sering kali merupakan satu-satunya alat yang bisa diandalkan untuk keperluan-keperluan di atas.

·      Bentuk dari grafik dari perhitungan Statistik, yaitu :

-       Linieritas
-       Kurvilinier
-       Output

Setelah penjelasan diatas, dapat kita simpulkan bahwa dengan adanya penerapan statistika dalam bidang psikologi, dapat membantu permasalahan dengan meode statistik yang ada. Karena statistika itu dilihat sebagai hal yang realibilitas dan validitas. Kapan saja akan digunakan, datanya akan tetap saja



*Vinni Febrina (18510383)

Filed Under: Umum


DAFTAR PUSTAKA
http://id.wikipedia.org/wiki/Statistika
Kustituanto, B & Badrudin, R. 1994. Statistika 1 : Deskriptif). Jakarta: Penerbit Gunadarma