Minggu, 31 Oktober 2010

STUDENTSITE UNIVERSITAS GUNADARMA


Studentsite adalah suatu Website yang ditujukan kepada seluruh mahasiswa/i Universitas Gunadarma yang aktif dan tentunya bagi yang sudah melakukan aktivasi untuk registrasi Account Studentsite tersebut.

Dalam Studentsite terdapat fitur-fitur atau menu layanan yang dapat diakses oleh para mahasiswa/i bagi mereka yang ingin mengetahui berbagai informasi yang ada di Universitas Gunadarma dan untuk meng- upload tugas dari blog pribadi masing-masing.


·      Pada Login di Studentsite terdapat :

            1.   Home
Untuk login atau masuk ke dalam Studentsite Gunadarma.

2.   Aktifasi
Anda dapat melakukan aktifasi Studentsite, apabila telah menjadi Mahasiswa/i Universitas Gunadarma. Ada beberapa langkah untuk melakukan aktifasi, yaitu :

Mengisi formulir (NPM, Tempat Lahir dan Tanggal Lahir Mahasiswa/i).

Setelah mengisi formulirnya dan men-submit, aktifasi Studentsite selesai dan dapat menggunakan fitur-fitur pada Studentsite.

3.   Kontak
Jika anda memiliki pertanyaan, keluhan, saran, yang berkaitan dengan Studentsite dapat melalui fitur ini.

4.   FAQ
Pertanyaan yang ditujukan kepada administrator Studentsite Gunadarma berkaitan dengan masalah yang ada dalam Studentsite.

5.   Help


·      Pada General Menu pada Studentsite terdapat :

Locker
Pada Locker, terdapat informasi terbaru dari BAAK dan juga terdapat kalender akademik.

Change Password
Untuk mengganti password Account Studensite.

Preferences
Pada Preferences terdapat :

-       Preferences
-       E-mail
-       Calendar
-       Address Book
-       Infolog
-       File Manager
-       Bookmark


·      Adapun menu layanan Studentsite yang dapat diakses dalam Account mahasiswa/i, yaitu :

1.      Home
2.      WWW News
3.      BAAK News
4.      Lecture Messages
5.      Rangkuman Nilai
6.      Jadwal Kuliah
7.      Jadwal Ujian
8.      Bebas Perpustakaan
9.      Surat Keterangan
10.  Informasi Absensi
11.  Pendaftaran Lomba Blog
12.  Info Seminar (UG Portfolio)
13.  Tulisan (UG Portfolio)
14.  Tugas (UG Portfolio)
15.  Deposit Library
16.  Warta Warga
17.  Blog Komunitas Perbankan
18.  Blog Komunitas Linux
19.  Blog Komunitas Fotografi
20.  Blog Komunitas Robotika
21.  Blog Komunitas Arsitektur
22.  Blog Komunitas Ekonomi Syariah
23.  Blog Komunitas Pasar Modal


·      Kelebihan yang ada pada subdomain Studentsite Universitas Gunadarma :

1.   Mempermudah mahasiswa/i dalam mengerjakan tugas dengan menggunakan layanan dalam Studentsite yaitu Tugas (UG Portfolio).

2.   Mahasiswa/i dapat menuangkan kreatifitasnya dengan menggunakan menu layanan Studentsite yaitu Tulisan (UG Portfolio).

3.   Dapat melihat Jadwal Kuliah dan Jadwal Ujian dengan mudah.


·      Kekurangan yang ada pada subdomain Studentsite Universitas Gunadarma :

1.  Terkadang menu layanan Studentsite tidak bisa diakses (error/server down), hal ini membuat mahasiswa/i kesulitan dalam hal meng-upload tugas, mengecek jadwal kuliah, dan sebagainya.


·      LINK STUDENTSITE UNIVERSITAS GUNADARMA :

http://www.studentsite.gunadarma.ac.id/

Kamis, 28 Oktober 2010

MANUSIA DAN KEBUDAYAAN


Antara manusia dan kebudayaan terjalin hubungan yang sangat erat, sebagaimana yang diungkapkan oleh Dick Hartoko, bahwa manusia menjadi manusia merupakan kebudayaan. Hampir semua tindakan manusia itu merupakan kebudayaan. Hanya tindakan yang sifatnya naluriah saja yang bukan merupakan kebudayaan, tetapi tindakan demikian prosentasenya sangat kecil. Tindakan yang berupa kebudayaan tersebut dibiasakan dengan cara belajar.
Terdapat beberapa proses belajar kebudayaan yaitu proses internalisasi, sosialisasi dan enkulturasi. Selanjutnya hubungan antara manusia dengan kebudayaan juga dapat dilihat dari kedudukan manusia tersebut terhadap kebudayaan.

·      Manusia mempunyai empat kedudukan terhadap kebudayaan yaitu sebagai :

1.    Penganut kebudayaan
2.    Pembawa kebudayaan
3.    Manipulator kebudayaan
4.    Pencipta kebudayaan

Pembentukan kebudayaan dikarenakan manusia dihadapkan pada persoalan yang meminta pemecahan dan penyelesaian. Dalam rangka survive maka manusia harus mampu memenuhi apa yang menjadi kebutuhannya sehingga manusia melakukan berbagai cara. Hal yang dilakukan oleh manusia inilah kebudayaan. Kebudayaan yang digunakan manusia dalam menyelesaikan masalah-masalahnya bisa kita sebut sebagai way of life, yang digunakan individu sebagai pedoman dalam bertingkah laku.

A.    MANUSIA
Manusia di alam dunia ini mempunyai peranan yang unik, dan dapat dipandang dari banyak segi. Dalam ilmu kimia, manusia dipandang sebagai kumpulan dari partikel-partikel atom yang membentuk jaringan-jaringan sistem yang dimiliki oleh manusia. Menurut ilmu fisika, manusia merupakan kumpulan dari berbagai sistem fisik yang saling terkait satu sama lain dan merupakan kumpulan dari energi.
·      Dalam ilmu biologi, manusia merupakan makhluk biologis yang tergolong dalam golongan makhluk mamalia.
·      Dalam ilmu-ilmu sosial, manusia ialah makhluk yang ingin memperoleh keuntungan atau selalu memperhitungkan setiap kegiatan, ini disebut homo economicus.
·      Dalam ilmu sosiologi, manusia merupakan makhluk social yang tidak dapat berdiri sendiri.
·      Dalam ilmu politik, manusia adalah makhluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan.
·      Dalam ilmu filsafat, manusia merupakan makhluk yang berbudaya.

Ada 2 pandangan yang akan kita jadikan acuan untuk menjelaskan tentang unsur-unsur yang membangun manusia, diantaranya :

1.   Manusia itu terdiri dari 4 unsur yang saling terkait, yaitu :
·      Jasad, yaitu bagian dari manusia yang nampak pada luarnya, dapat diraba, difoto, dan    menempati ruang dan waktu.
·      Hayat, mengandung unsur hidup, yang ditandai dengan gerak.
·      Ruh, yaitu bimbingan dan pimpinan Tuhan, daya yang bekerja secara spiritual dan memahami kebenaran, suatu kemampuan mencipta yang bersifat konseptual yang menjadi pusat lahirnya kebudayaan.
·      Nafs, yaitu kesadaran tentang diri sendiri.

2. Manusia sebagai satu kepribadian mengandung 3 unsur, yaitu :
·      Id, yaitu struktur kepribadian yang paling primitif dan paling tidak nampak. Id merupakan libido murni , atau energy psikis yang menunjukkan ciri alami yang irrasional dan terkait dengan sex, yang secara instingual menentukan proses-proses ketidaksadaran (unconscious). Id tidak berhubungan dengan lingkungan luar diri, tetapi terkait struktur lain kepribadian yang pada gilirannya menjadi mediator antara insting Id dengan dunia luar. Proses pemenuhan kepuasan yang dilakukan secara tidak langsung melalui mimpi atau khayalan disebut sebagai proses primer.
·      Ego, yaitu struktur kepribadian yang pertama kali dibedakan dari Id, seringkali disebut sebagai kepribadian eksekutif  karena peranannya dalam menghubungkan energy Id ke dalam sluran social yang dapat dimengerti oleh orang lain. Perkembangan ego terjadi antara usia 1 dan 2 tahun. Ego diatur oleh prinsip realitas, sadar akan tuntunan lingkungan luar, dan mengatur tingkah laku sehingga dorongan instingual Id dapat dipuaskan dengan cara yang dapat diterima. Pencapaian ojek-objek khusus untuk mengurangi energy libidinal dengan cara yang dalam lingkungan social dapat diterima disebut sebagai proses sekunder.
·      Superego, yaitu struktur kepribadian yang muncul kira-kira pada usia 5 tahun yang merupakan kesatuan standar-standar moral yang diterima oleh ego dari sejumlah agen yang mempunyai otoritas di dalam lingkungan luar diri, biasanya merupakan asimilasi dari pandangan-pandangan orang tua. Kode moral positif disebut ego ideal, suatu perwakilan dari tingkah laku yang tepat bagi individu yang dilakukan. Superego dan Id berada dalam kondisi konflik langsung, dan ego menjadi penengah atau mediator. Jadi, superego menunjukkan pola aturan yang dalam derajat tertentu menghasilkan control diri melalui system imbalan dan hukuman yang terinternalisasi.

B.     HAKEKAT MANUSIA

Hakekat sebagai manusia adalah sebagai berikut :

1.    Makhluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh.
Tubuh adalah materi yang dapat dilihat, diraba, dirasa, wujudnya konkret tapi tidak abadi. Jiwa terdapat di dalam tubuh, tidak dapat dilihat dan diraba, sifatnya abstrak, tapi abadi. Jiwa adalah roh yang ada di dalam tubuh manusia.sebgai penggerak dan sumber kehidupan.

2.    Makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan dengan makhluk lainnya.
Kesempurnaan terletak pada adab dan budayanya, karena manusia dilengkapi oleh penciptanya dengan akal, perasaan, dan kehendak yang terdapat di dalam jiwa manusia. Dengan akal (ratio) manusia mampu menciptakan IPTEK. Selanjutnya, dengan adanya perasaan, manusia mampu menciptakan kesenian. Daya rasa atau perasaan dalam diri manusia ada 2 macam, yaitu
·      Perasaan inderawi (rangasangan jasmani melalui pancaindera, tingkatnya rendah dan terdapat pada manusia atau binatang) dan perasaan rohani (perasaan luhur yang hanya terdapat pada manusia), misalnya :
-       Perasaan intelektual, yaitu perasaan yang berkenaan dengan pengetahuan.
-       Perasaan estetis, yaitu perasaan yang berkenaan dengan keindahan.
-       Perasaan etis, yaitu perasaan yang berjenaan denagn kebaikan.
-       Perasaan diri, yaitu perasaan yang berkenaan dengan harga diri karena ada kelebihan dari yang lain.
-       Perasaan social, yaitu perasaan yang berkenaan dengan kelompok atau korp atau hidup bermasyarakat, ikut merasakan kehidupan orang lain.
-       Perasaan religious, yaitu perasaan yang berkenaan denang agama atau kepercayaan.

3.    Makhluk biokultural (Makhluk hayati yang budayawi)
Manusia sebagai makhluk hayati, manusia dapat dipelajari dari segi-segi anatomi, fisiologi atau faal, biokimia, psikobiologi, patologi, genetika, dan sebagainya. Sebagai makhluk budayawi, manusia dapat dipelajari dari segi-segi : kemasyarkatan, kekerabatan, psikologi social, kesenian, ekonomi, dan sebagainya.

4.   Makhluk ciptaan Tuhan yang terikat dengan lingkungan (Ekologi)
Mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya.Soren Kienkegaard seorang filsuf Denmark pelopor ajaran eksistensialisme memandang manusia dalam satu konteks kehidupan konkret adalah makhluk alamiah yang terikat dengan lingkungannya (ekologi) memiliki sifat-sifat alamiah dan tunduk pada hukum alamiah pula.Hidup manusia mempunyai 3 taraf, yaitu estetis, etis dan religious.
Dengan kehidupan estetis, manusia mampu menangkap dunia sekitarnya sebagai dunia yang mengagumkan dan mengungkapkan kembali karya dalam lukisan, tarian, nyanyian yang indah. Dengan etis, manusia meningkatkan kehidupan estetis ke dalam tingkatan manusiawi dalam bentuk-bentuk keputusan bebas dan dipertanggungjawabkan. Dengan kehidupan religius, manusia menghayati pertemuannya dengan Tuhan.

C.    PENGERTIAN KEBUDAYAAN
Dua orang antropolog terkemuka yaitu Melville J. Herkovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa Cultural Deternism berarti segala sesuatu yang terdapat di dalam masyarakat ditentukan adanya oleh kebudayaan yang dimiliki masyarakat itu. Kebudayaan jika dikaji dari asal kata bahasa Sansekerta berasal dari kata budhayah yaitu budi atau akal.
Dalam bahasa Latin, kebudayaan berasal dari kata colere artinya mengolah tanah. Jadi, kebudayaan secara umum adalah Segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi (pikiran) manusia dengan tujuan untuk mengolah tanah atau tempat tinggalnya, atau dapat pula diartikan segala usaha manusia untuk dapat melangsungkan dan mempertahankan hidupnya di dalam lingkungannya.
 Kebudayaan dengan demikian mencakup segala aspek kehidupan manusia, baik yang sifatnya material, seperti peralatan-peralatan kerja dan teknologi, maupun yang non-material seperti nilai kehidupandan seni-seni tertentu.
-       E.B.Tylor (1871) mendefinisikan, kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral hukum, adat istiadat dan kemampuan-kemampuan lain serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat.

-       Selo Sumarjan dan Soelaeman Soemardi merumuskan kebudayaan sebagai semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat.

-       Kroeber dan Klukhon mendefinisikan kebudayaan terdiri atas berbagai pola, bertingkah laku mantap, pikiran, perasaan dan reaksi yang diperoleh dan terutama diturunkan oleh simbol-simbol yang menyusun pencapaiannya secara tersendiri dari kelompok-kelompok manusia.
Secara praktis bahwa kebudayaan merupakan sistem nilai dan gagasan utama (vital), yang terwujud dalam 3 sistem kebudayaan secara terperinci, yaitu :

-       Sistem ideologi meliputi etika, norma, adat istiadat, peraturan hukum yang berfungsi sebagai pengarahan untuk sistem sosial dan berupa interpretasi operasional dari sistem nilai dan gagasan utama yang berlaku dalam masyarakat.

-       Sistem sosial meliputi hubungan dan kegiatan social di dalam masyarakat.

-       Sistem teknologi meliputi segala perhatian serta penggunaanya, sesuai dengan nilai budaya yang berlaku.


D.    UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN

Melville J. Herkovits mengatakan bahwa ada 4 unsur dalam kebudayaan, yaitu alat-alat teknologi , system ekonomi, keluarga, dan kekuatan politik. Sedangkan, Bronislaw Malinowski mengatakan bahwa unsur-unsur itu terdiri sistem norma, organisasi ekonomi, alat-alat atau lembaga-lembaga ataupun petugas pendidikan, dan organisasi kekuatan. Lalu menurut C. Kluckhohn di dalam karyanya berjudul Universal Categories of Culture mengemukakan ada 7 unsur kebudayaan universal, yaitu :
1.   Sistem Religi (sistem kepercayaan), yaitu produk manusia sebagai homo religious, maksudnya manusia tanggap bahwa di atas kekuatan dirinya terdapat kekuatan lain yang Maha Besar.

2.   Sistem Organisasi Kemasyarakatan, yaitu roduk manusia sebagai homo socius.

3.   Sistem Pengetahuan, yaitu produk manusia sebagai homo sapiens, maksudnya pengetahuan itu dapat diperoleh dari pemikiran sendiri dan didapat juga dari orang lain.

4.   Sistem mata pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi, yaitu produk manusia sebagai homo economicus, menjadikan tingkat kehidupan manusia secara umum terus meningkat.

5.   Sistem Teknologi dan Peralatan, yaitu produk dari manusia sebagai homo faber.

6.   Bahasa, yaitu produk manusia sebagai homo longuens.

7.   Kesenian, yaitu hasi dari manusia sebagai homo aesteticus.


Cultural universal tersebut, dapat dijabarkan lagi ke dalam unsur-unsur yang lebih kecil. Disebut kegiatan-kegiatan kebudayaan atau Cultural activity, kemudian dibagi lagi menjadi unsur-unsur yang lebih kecil lagi disebut trait-complex, dan akhirnya sebagai unsure kebudayaan terkecil yang membentuk trait, adalah items. Pendapat umum mengatakan, bahwa kebudayaan dapat dibedakan dalam 2 bentuk wujudnya, yaitu kebudayaan bendaniah (material) dan kebudayaan rohaniah (spiritual).

E.     WUJUD KEBUDAYAAN

Menurut dimensi wujudnya, kebudayaan mempunyai 3 wujud yaitu :

1.   Kompleks gagasan, konsep, dan pikiran manusia
2.   Kompleks aktivitas
3.   Wujud sebagai benda


F.     ORIENTASI NILAI BUDAYA
Menurut C. Kluckhohn dalam karyanya Variations in Value Orientation (1961) sistem nilai budaya dalam semua kebudayaan di dunia, secara universal menyangkut 5 masalah pokok kehidupan manusia yaitu :
1.   Hakikat Hidup Manusia
2.   Hakikat Karya Manusia
3.   Hakikat Waktu Manusia

G.    PERUBAHAN KEBUDAYAAN
Terjadinya gerak atau perubahan ini disebabkan oleh beberapa hal :
1.   Sebab-sebab yang berasal dari dalam masyarakat dan kebudayaannya sendiri, missal perubahan jumlah dan komposisi penduduk.

2.   Sebab-sebab perubahan lingkungan alam dan fisik tempat mereka hidup. Perubahan kebudayaan ialah perubahan yang terjadi dalam sistem ide yang dimiliki bersama oleh para warga masyarakat yang bersangkutan, antara lain aturan-aturan, norma-norma yang digunakan sebagai pegangan dalam kehidupan, juga teknologi, selera, kesenian,dan bahasa. Beberapa masalah yang menyangkut proses akulturasi kebudayaan, diantaranya :

·      Unsur-unsur kebudayaan asing yang mudah diterima adalah :

-       Unsur kebudayaan kebendaan seperti peralatan yang terutama sangat mudah dipakai dan dirasakan sangat bermanfaat bagi masyarakat yang menerimanya.

-       Unsur-unsur yang terbukti membawa manfaat besar.

-       Unsur yang mudah disesuaikan dengan keadaan masyarakatnya.

·      Unsur-unsur kebudayaan yang sulit diterima oleh sesuatu masyarakat misalnya :

-       Unsur yang menyangkut sistem kepercayaan seperti ideologi, falsafah hidup, dan lainnya.

-       Unsur-unsur yang dipelajari pada taraf pertama proses sosialisasi.


3.   Pada umumnya, generasi muda dianggap sebagai individu-individu yang cepat menerima unsur-unsur kebudayaan asing yang masuk melalui proses akulturasi.

4.   Suatu masyarakat yang terkena proses akulturasi, selalu ada kelompok-kelompok individu yang sukar sekali atau bahkan tak dapat menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi.Berbagai faktor yang mempengaruhi diterima atau tidaknya suatu unsur kebudayaan baru diantaranya :

-       Corak struktur sosial suatu masyarakat turut menentukan proses penerimaan kebudayaan baru.

-       Suatu unsur kebudayaan diterima jika sebelumnya sudah ada unsur-unsur kebudayaan yang menjadi landasan bagi diterimanya unsur kebudayaan yang baru tersebut.

-       Apabila unsur yang baru itu memiliki skala kegiatan yang terbatas, dan dapat dengan mudah dibuktikan kegunaannya oleh warga masyarakat yang bersangkutan.

H.    HUBUNGAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
Dari sisi lain, hubungan antara manusia dengan kebudayaan ini dapat dipandang setara dengan hubungan antara manusia dengan masyarakat dinyatakan sebagai dialektis, maksudnya salisng terkait satu sama lain. Proses dialektis ini tercipta melalui 3 tahap yaitu :
1.    Eksternalisasi, yaitu proses dimana manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun dunianya.

2.      Obyektivasi, yaitu proses dimana masyarakat menjadi realitas obyektif.

3.      Internalisasi, yaitu proses dimana masyarakat disergap kembali oleh manusia. Pada kondisi sekarang ini kita tidak dapat lagi membedakan mana yang lebih awal muncul, manusia atau kebudayaan. Analisa terhadap keberadaan keduanya harus menyertakan pembatasan masalah dan waktu agar penganalisaan dapat dilakukan dengan lebih cermat.





Referensi :
http://sosial-budaya.blogspot.com/2009/05/manusia-dan-kebudayaan.html



HUBUNGAN ILMU BUDAYA DASAR DENGAN KESUSASTRAAN


A.    PENDEKATAN KESUSASTRAAN
Sastra merupakan kata serapan dari bahasa Sanskerta śāstra, yang berarti teks yang mengandung instruksi atau pedoman, dari kata dasar śās- yang berarti instruksi atau ajaran. Dalam bahasa Indonesia kata ini biasa digunakan untuk merujuk kepada “kesusastraan” atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu.
Sastra juga didukung oleh cerita. Dengan cerita orang akan lebih mudah tertarik, dan dengan cerita orang lebih mudah mengemukakan gagasan-gagasannya dalam bentuk yang tidak normative. Akan tetapi dalam bentuk musik misalnya, kata-kata penciptanya yang tertelan oleh melodinya.

B.     HUBUNGAN ILMU BUDAYA DASAR DENGAN PROSA
Prosa adalah suatu jenis tulisan yang dibedakan dengan puisi karena variasi ritme (rhythm) yang dimilikinya lebih besar, serta bahasanya yang lebih sesuai dengan arti leksikalnya. Kata prosa berasal dari bahasa Latin prosa yang artinya terus terang.
Dalam bahasa Indonesia istilah prosa tadi sering kita terjemahkan menjadi cerita rekaan dan didefinisikan menjadi bentuk serita atau prosa kisahan yang mempunyai pemeran, lakuan, peristiwa dan alur yang dihasilkan oleh daya khayal atau imajinasi, yaitu roman, atau novel, atau cerpen.
Jenis tulisan prosa biasanya digunakan untuk mendeskripsikan suatu fakta atau ide. Karenanya, prosa dapat digunakan untuk surat kabar, majalah, novel, ensiklopedia, surat, serta berbagai jenis media lainnya.

·      Prosa juga dibagi dalam dua bagian, yaitu :

-       Prosa lama adalah prosa bahasa indonesia yang belum terpengaruhi budaya barat.
-       Prosa baru adalah prosa yang dikarang bebas tanpa aturan apa pun.

·      Prosa biasanya dibagi menjadi empat jenis, yaitu :

-       Prosa naratif
-       Prosa deskriptif
-       Prosa eksposisi
-       Prosa argumentatif

·      Contoh prosa lama dan prosa baru dalam kesusastraan Indonesia :

-       Prosa lama meliputi :

1.   Fabel
Fabel diambil dari bahasa Belanda yang berarti cerita yang menggunakan hewan sebagai tokoh utamanya. Misalkan cerita kancil atau cerita Tantri di Indonesia.
Banyak satrawan dan penulis dunia yang juga memanfaatkan bentuk fabel dalam karangannya. Salah seorang pengarang fabel yang terkenal adalah Michael de La Fontaine dari Perancis. Penyair Sufi Fariduddin Attar dari Persia juga menuliskan karyanya yang termashur yakni Musyawarah Burung dalam bentuk fabel. Biasa pada sebuah fabel tersirat moral atau makna yang lebih mendalam.

2.   Legenda
Legenda (Latin legere) adalah cerita prosa rakyat yang dianggap oleh yang enpunya cerita sebagai sesuatu yang benar-benar terjadi. Oleh karena itu, legenda sering kali dianggap sebagai sejarah kolektif (folk history). Walaupun demikian, karena tidak tertulis, maka kisah tersebut telah mengalami distorsi sehingga sering kali jauh berbeda dengan kisah aslinya.
Oleh karena itu, jika legenda hendak dipergunakan sebagai bahan untuk merekonstruksi sejarah, maka legenda harus dibersihkan terlebih dahulu bagian-bagiannya dari yang mengandung sifat-sifat folklore. Menurut Pudentia, legenda adalah cerita yang dipercaya oleh beberapa penduduk setempat benar-benar terjadi, tetapi tidak dianggap suci atau sakral yang juga membedakannya dengan mite.
Dalam KBBI 2005, legenda adalah cerita rakyat pada zaman dahulu yang ada hubungannya dengan peristiwa sejarah. Menurut Emeis, legenda adalah cerita kuno yang setengah berdasarkan sejarah dan yang setengah lagi berdasarkan angan-angan. Menurut William R. Bascom, legenda adalah cerita yang mempunyai ciri-ciri yang mirip dengan mite, yaitu dianggap benar-benar terjadi, tetapi tidak dianggap suci. Menurut Hooykaas, legenda adalah dongeng tentang hal-hal yang berdasarkan sejarah yang mengandung sesuatu hal yang ajaib atau kejadian yang menandakan kesaktian.

3.   Cerita rakyat (folklore)
Cerita rakyat adalah cerita pada masa lampau yang menjadi ciri khas setiap bangsa yang memiliki kultur budaya yang beraneka ragam mencakup kekayaan budaya dan sejarah yang dimiliki masing-masing bangsa.

4.   Tambo
Suatu karya sastra yang menceritakan sejarah (asal-usul) suku bangsa, negeri, dan adat. Karya sastra sejarah ini biasa disebut dengan Historiografi Tradisional. Penulisan sejarah suatu negeri berdasarkan anggapan atau kepercayaan masyarakat setempat secara turun-temurun.

5.  Cerita pelipur lara
Suatu karya sastra yang berisikan kejenakaan. Karya sastra ini bertujuan untuk melipur lara atau membuat pembaca melupakan sedihnya.

-   Prosa baru meliputi :

1. Roman
Roman adalah sejenis karya sastra dalam bentuk prosa atau gancaran yang isinya melukiskan perbuatan pelakunya menurut watak dan isi jiwa masing-masing. Bisa juga roman artinya adalah "kisah percintaan".

2. Riwayat
Riwayat  adalah catatan singkat tengatang gambaran diri seseorang. Selain berisi data pribadi, gambaran diri itu paling tidak harus di isi keterangan tentang pendidikan atau keahlian dan pengalaman. Dengan data itu riwayat hidup akan memberikan gambaran atau kualifikasi seseorang.

3. Antologi
Antologi secara harfiah diturunkan dari kata bahasa Yunani yang berarti “karangan bunga” atau “kumpulan bunga” yang berarti sebuah kumpulan dari karya-karya sastra. Awalnya definisi ini hanya mencakup kumpulan puisi (termasuk syair dan pantun) yang dicetak dalam satu volume. Namun, antologi juga dapat berarti kumpulan karya sastra lain seperti cerita pendek, novel pendek, prosa, dan lain-lain. Dalam pengertian modern, kumpulan karya musik oleh seorang artis, kumpulan cerita yang ditayangkan dalam radio dan televisi juga tergolong antologi.

5.   Resensi
Resensi adalah suatu tulisan atau ulasan mengenai nilai sebuah hasil karya, baik itu buku, novel, majalah, komik, film, kaset, CD, VCD, maupun DVD. Tujuan resensi adalah menyampaikan kepada para pembaca apakah sebuah buku atau hasil karya itu patut mendapat sambutan dari masyarakat atau tidak.

6.   Kritik
Kritik adalah analisis untuk menilai suatu karya sastra. Tujuan kritik sebenarnya bukan menunjukkan keunggulan, kelemahan, benar atau salah sebuah karya sastra dipandang dari sudut tertentu, tetapi tujuan akhirnya mendorong sastrawan untuk mencapai penciptaan sastra setinggi mungkin dan mendorong pembaca untuk mengapresiasi karya sastra secara lebih baik.
Ada 2 jenis kritik sastra :
1.   Kritik sastra intrinsik : Fokusnya pada karya sastra itu sendiri dan menganalisa unsur-unsur karya sastra itu.
2.   Kritik sastra ekstrinsik : Menghubungkan karya sastra dengan hal-hal diluar karya sastra. Misalnya menghubungkan karya sastra dengan pengarangnya, karya sastra dihubungkan dengan ilmu psikologi, agama, sejarah, filsafat.

C.    NILAI-NILAI DALAM PROSA FIKSI
-          Adapun nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra antara lain :
1.      Prosa fiksi menyampaikan kesenangan
2.      Prosa fiksi menyampaikan pemberitahuan
3.      Prosa fiksi menyampaikan peninggalan cultural
4.      Prosa fiksi menyampaikan keseimbangan pengetahuan

Berkenaan dengan moral, karya sastra dapat dibagi menjadi dua, yaitu :

1.      Karya sastra yang mengatakan aspirasi zamannya untuk mengajak si pembaca mengikuti apa yang akan dikehendaki zamannya.
2.      Karya sastra yang bernapaskan gejolak zamannya.

D.  HUBUNGAN ILMU BUDAYA DASAR DENGAN PUISI

Puisi termasuk seni sastra, yang kepuitisan, keartistikan, atau keestetikaan bahasa puisi disebabkan oleh keatifitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan, yaitu :

1.   Figura bahasa seperti penjelmaan, kiasan, perbandingan, dan alegori, yang menjadikan puisi tersebut menjadi menarik
2.   Kata-kata yang bermakna ambiguitas
3.   Kata-kata yang bejiwa yaitu kata-kata yang pengalamannya dari jiwa penyair sehinnga terasa hidup
4.   Kata-kata yang bersifat konotatif

Adapun alasan-alasan yang mendasari penyair puisi pada perkuliahan Ilmu Budaya Dasar, yaitu :

1.   Hubungan manusia dengan pengalaman hidup manusia
Puisi memiliki kekuatan tersendiri untuk memperluas pengalaman hidup aktual dengan jalan mengatur dan mensintesekannya. Puisi juga mampu menghubungkan pengalaman hidup sendiri dengan pengalam yang dituangkan penyair kedalam puisinya.

2.   Puisi dengan keinsyafan
Puisi yang mengajak mahasiswa untuk menjenguk hati/pikiran manusia, karena puisi bisanya mampu menyentuh sisi-sisi yang mengenai perihal :
-       Topeng yang dipakai manusia dalam dunia nyata
-       Berbagai peran yang diperankan orang dalam dalam menampilkan dirinya di dunia atau lingkungan masyarakat.

3.   Puisi dan keinsyafan sosial.
Puisi juga memberikan pengetahuan kepada manusia atau makhluk sosial yang terlibat issue dan permasalahan sosial. Secara imajinatif puisi lewat penafsiran tentang situasi dasar kondisi manusia sosial.

4.   Puisi dan nilai-nilai
Dalam bahasa puisi banyak sajian nilai-nilai (value) yang bermanfaat bagi lingkungan hidupnya. Kita akan mendapatkan laki-laki atau perempuan yang telah siap terhadap terhadap moral dan etika yang telah menjadi pilihannya.




Referensi :

- http://community.gunadarma.ac.id/blog/view/id_11157/title_ilmu-budaya-dasar-dalam-kesusastraan/
- http://id.wikipedia.org/