Senin, 19 Maret 2012

KONSEP KESEHATAN MENTAL

1.   KONSEP SEHAT DAN DIMENSINYA

Apakah itu Konsep Sehat? Dan apakah kalian tahu dimensi-dimensinya…?

Kata “Sehat” tentu tidak asing lagi ditelinga kita. Tetapi, apakah kalian tahu apa itu sehat? Dan apakah kalian tahu dimensi-dimensi sehat? Mungkin untuk permulaan, pengertian sehat yang  sering kebanyakan masyarakat katakan, memberi pengertian sehat itu adalah keadaan dimana seseorang dalam keadaan bahagia atau bisa dibilang tidak stress. Ada pula masyarakat yang mengatakan bahwa sehat itu adalah keadaan dimana seseorang dalam keadaan jasmani dan rohani yang baik. Pendapat masyarakat tentang apa itu sehat memang sangat beragam, dan kurang lebihnya masyarakat sudah banyak yang mengetahui definisi dari sehat itu apa. 


Definisi sehat menurut World Health Organization (WHO) yaitu “Keadaan (status) sehat utuh secara fisik, mental (rohani) dan sosial, dan bukan hanya suatu keadaan yang bebas dari penyakit, cacat dan kelemahan” (Smet, 1994). Dalam kaitan dengan definisi sehat menurut WHO tersebut, secara holistik maka dalam perkembangan kepribadian seseorang mempunyai 4 dimensi, yaitu :

*Agama

Agama merupakan fitrah manusia yang menjadi kebutuhan dasar manusia (basic spiritual needs). Mengandung nilai-nilai moral, etika dan hukum. Dengan kata lain, seseorang yang taat pada hukum, berarti ia bermoral dan beretika, seseorang yang bermoral dan beretika berarti ia beragama (no religion without moral, no moral without law).

*Arganobiologik

Arganobiologik memiliki arti fisik (tubuh atau jasmani) termasuk susunan syaraf pusat (otak), yang perkembangannya memerlukan makanan yang bergizi, bebas dari penyakit. Kejadiannya terjadi sejak dari pembuahan, bayi dalam kandungan, kemudian lahir sebagai bayi, dan seterusnya melalui tahapan anak (balita), remaja, dewasa dan usia lanjut .

*Psiko-Edukatif

Psiko-Edukatif yaitu berupa pendidikan yang diberikan oleh orang tua (ayah dan ibu) termasuk pendidikan agama. Orang tua merupakan tokoh imitasi dan identifikasi anak terhadap orang tuanya. Perkembangan kepribadian anak melalui dimensi psiko-edukatif ini berhenti hingga usia 18 tahun.

*Sosial Budaya

Dimensi sosial budaya dapat dijabarkan sebagai lingkungan sosial orang yang bersangkutan dibesarkan. Dengan kata lain, kesehatan akan terus berpengaruh sesuai lingkungan yang ditempati.

Selain definisi sehat dari WHO, Freund (1991) mengutip The International Dictionary of Medicine and Biology dan memberikan definisi kesehatan sebagai “Suatu kondisi yang dalam keadaan baik dari suatu organisme atau bagiannya, yang dicirikan oleh fungsi yang normal dan tidak adanya penyakit”

Definisi sehat (health) dari kamus lain juga mirip dengan yang dikemukakan oleh Freund yaitu sebagai berikut ini :

1.   Condition of a person’s body or mind.
2.   State of being well and free from illness (Hornby, 1989).

Definisi kesehatan lain, dalam UU Kesehatan No.23 tahun 1992, kesehatan didefinisikan secara lebih kompleks sebagai keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan semua orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi.

Menurut Travis dan Ryan (1988), sehat prima adalah kemampuan individu untuk memilih jalan hidupnya, mampu memproses, menggunakan energi secara efisien, terjadinya integrasi yang baik antar tubuh, akal dan perasaan serta dapat menerima dan mencintai apa yang dimilikinya. Dari definisi sehat prima diatas, dimensi sehat dapat dikelompokan menjadi :

*Dimensi Fisik

Kemampuan menyelesaikan tugas sehari-hari, pencapaian kebugaran, menjaga nutrisi, dan ketepatan proporsi tubuh dari timbunan lemak, bebas dari penggunaan obat-obatan, alkohol dan rokok.

*Dimensi Sosial

Kemampuan berinteraksi secara baik dengan sesama dan lingkungannya, dapat menjaga dan mengembangkan keakraban individu, dan dapat menghargai serta toleran terhadap setiap pendapat dan kepercayaan yang berbeda.

*Dimensi Emosional

Kemampuan untuk mengelola stress dan mengekspresikan emosinya agar dapat diterima orang lain (bertanggung jawab, menerima, dan menyampaikan perasaannya serta dapat menerima keterbatasan orang lain).

*Dimensi Intelektual

Kemampuan belajar dan menggunakan informasi secara efektif antar-personal, keluarga, dan pengembangan karier. Kesehatan intelektual meliputi usaha untuk secara terus-menerus tumbuh dan belajar untuk beradaptasi secara efektif dengan perubahan baru.

*Dimensi Spiritual

Percaya adanya beberapa kekuatan (seperti alam, ilmu pengetahuan, agama dan bentuk kekuatan lain) yang diperlukan manusia dalam mengisi kehidupannya. Setiap individu memiliki nilai, moral, dan etika yang dianutnya.

2.   SEJARAH PERKEMBANGAN KESEHATAN MENTAL

Penjelasan mengenai sejarah Perkembangan Kesehatan Mental, apakah kalian tahu…?

Mengenai sejarah kesehatan mental, terutama di Amerika dan Eropa akan diuraikan dibawah ini :
 

SEJARAH KESEHATAN MENTAL


GANGGUAN MENTAL TIDAK DIANGGAP SEBAGAI SAKIT




Tahun 1600 dan sebelumnya


Pandangan masyarakat pada saat ini menganggap bahwa orang yang mengalami gangguan mental adalah karena mereka dimasuki oleh roh-roh yang ada disekitar. Oleh karena itu mereka jarang dianggap sakit.



Tahun 1962


Orang yang bergangguan mental saat ini sering dianggap terkena sihir atu guna-guna atau dirasuki setan.


GANGGUAN MENTAL DIANGGAP SEBAGAI SAKIT




Tahun 1724


Pendeta Cotton Mather (1663-1728) mematahkan tahayul yang hidup di masyarakat berkaitan dengan sakit jiwa dengan memajukan penjelasan secara fisik mengenai sakit jiwa.





Tahun 1812


Benjamin Rush (1745-1813) adalah salah satu pengacara mula-mula yang menangani masalah penanganan secara manusiawi untuk penyakit mental dan dengan publikasinya yang berjudul “Medical Inquiries and Observation Upon Diseases of The Mind” (Buku teks Psikiatri di Amerika pertama).



Tahun 1843


Terdapat ± 24 rumah sakit. Tetapi hanya ada 2.561 tempat tidur yang tersedia untuk menangani penyakit mental di Amerika Serikat.




Tahun 1908


Clifford Beers menulis buku yang berjudul “A Mind That Found Itself” (berisi laporan pengalamannya sebagai pasien sakit mental yang mengalami kekejaman lembaga keperawatan). Clifford Beers juga mendirikan ConnecticutThe National Committee for Mental Hygiene.



Tahun 1909


Sigmund Freud mengunjungi Amerika dan mengajar psikoanalisa di Universitas Clark di Worcester, Massachusetts.



Tahun 1910


Emil Kraeplin pertama kali menggambarkan penyakit alzheimer dan mengembangkan alat tes untuk mendeteksi gangguan epilepsi.




Tahun 1918


Asosiasi Psikoanalisa Amerika membuat aturan bahwa hanya orang yang telah lulus dari sekolah kedokteran dan menjalankan praktek psikiatri yang dapat menjadi calon untuk pelatihan psikoanalisa.






Tahun 1920-an


The National Committee for Mental Hygiene menghasilkan 1 set model Undang-undang.

Harry Stack Sullivan menunjukan pengaruh lingkungan terapeutik dengan mengawasi pasien schizophrenia di Sheppard-Pratt Hospital.

1920-1930 terjadi perubahan treatmen dalam menangani gangguan mental (terpengaruh teori Freud).



Tahun 1930-an


Psikiater mulai menginjeksikan insulin yang menyebabkan shock dan koma sementara (treatmen untuk penderita schizophrenia).



Tahun 1936


Agas Moniz mempublikasikan laporan mengenai lobotomi frontal manusia yang pertama yang menyebabkan 20.000 prosedur pembedahan digunakan terhadap pasien mental di Amerika.



Tahun 1940-an


Elektroterapi (mengaplikasikan listrik ke otak) pertama kali digunakan di rumah sakit Amerika untuk menangani penyakit mental.



Tahun 1947


Fountain House di New York City memulai rehabilitasi psikiatrik untuk orang yang mengalami penyakit mental.


Tahun 1950


Dibentuk National Association of Mental Health (NAMH).



Tahun 1952


Chlorpromazine (obat antipsikotik konvensional) diperkenalkan untuk pasien schizophrenia dan gangguan mental lainnya.



Tahun 1960-an


Haloperidol (obat antipsikotik konvensional) digunakan pertama kali untuk mengontrol simtom-simtom yang positif (nyata) pada penderita psikosis.


GANGGUAN MENTAL DIANGGAP SEBAGAI BUKAN SAKIT


Tahun 1962


Thomas Szasz membuat tulisan berjudul “The Myth of Mental Illness.”



Tahun 1962


Terdapat 422.000 orang yang tinggal di rumah sakit untuk perawatan psikiatris di Amerika Serikat.



Tahun 1970


Terjadi deintitusionalisasi massal akibat kurangnya program-program bagi pasien yang telah keluar rumah sakit untuk rehabilitasi dan reintegrasi kembali ke masyarakat.



Tahun 1979


National Association of Mental Health (NAMH) National Mental Health Association (NMHA).


Tahun 1980


Munculnya perawatan yang terencana yaitu dengan opname di rumah sakit.


MELAWAN DISKRIMINASI TERHADAP GANGGUAN MENTAL



Tahun 1990


National Mental Health Association (NMHA) memainkan peran penting dalam memunculkan Disabilities Act.



Tahun 1994


Obat antipsikotik atipikal pertama kali diperkenalkan setelah hampir 20 tahun menggunakan obat-obatan konvensional.



Tahun 1997


Peneliti menemukan kaitan genetik pada gangguan bipolar yang menunjukan bahwa gangguan mental diturunkan.

 
*Kesimpulan dari sejarah perkembangan kesehatan mental, yaitu :

1.   Akibat kekuatan supranatural.
2.   Dirasuk oleh roh atau setan.
3.   Dianggap kriminal karena memiliki cara berpikir irrasional.
4.   Dianggap sakit.
5.   Merupakan reaksi terhadap tekanan atau stress, merupakan perilaku maladaptif.
6.   Melarikan diri dari tanggung jawab.



*Vinni Febrina*



DAFTAR PUSTAKA :

Maulana, D.J. Heri. (2007). Promosi kesehatan. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Niagara, Rudi.(2011). Bimbingan konseling. http://rudiniagara.student.umm.ac.id/2011/03/26/ bimbingan-konseling/.

Siswanto.(2007). Kesehatan mental. Yogyakarta: Andi.

2 komentar:

  1. Mirisnya isu kesehatan mental masih melekat stigma negatif bagi kebanyakan masyarakat Indonesia, jadi bagi yang mengalami penyakit mental merasa minder saat mau menggunakan layanan kesehatan mental. Tapi katanya dengan membaca artikel psikoedukasi secara intensif mampu menurunkan stigma sosial dan pribadi yang disematkan pada pengguna layanan kesehatan mental secara signifikan. Ini penelitiannya.

    BalasHapus