Kamis, 25 November 2010

MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP


A.    Pengertian

Pandangan hidup merupakan pedapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pandangan hidup seseorang timbul dari banyaknya proses pengalaman hidup yang mereka alami, yang menyebabkan pandangan hidup seseorang dapat berkembang seiring waktu yang berjalan.

·      Klasifikasi pandangan hidup :

1.   Pandangan Hidup yang Berasal dari Agama

Yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya. Agama dalam bahasa Inggris adalah Religion, yang berasal dari bahasa latin Religare, yang berarti menambatkan, yaitu sebuah institusi dengan keanggotaan yang diakui dan biasa berkumpul bersama untuk beribadah, dan menerima sebuah paket doktrin yang menawarkan hal yang terkait dengan sikap yang harus diambil oleh individu untuk mendapatkan kebahagiaan sejati.

2.   Pandangan Hidup yang Berupa Ideologi

Yaitu disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada negara tersebut Macam-macam norma di Indonesia :

-       Norma ada
-       Norma kesusilaan
-       Norma agama
-       Norma kesopanan

3.   Pandangan Hidup hasil Renungan

Yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya. Pandangan hidup hasil renungan merupakan buah pikir dari individu yang menganut pandangan hidup tersebut.


B.     Unsur-unsur Pandangan Hidup

1.   Cita-cita

Keinginan, harapan, tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Menurut kamus umum Bahasa Indonesia, Cita-cita merupakan pandangan masa depan, merupakan pandangan hidup yang akan datang. Apabila cita-cita tidak mungkin atau belum mungkin terpenuhi, maka cita-cita itu disebut angan-angan.

-       Faktor-faktor yang mempengaruhi seseorang memperoleh apa yang dicita-citakan :

1)   Faktor Manusia

Faktor ini merujuk kepada kemauan seseorang dalam mencapai cita-citanya, apabila kemauan dan usaha kita sangat kuat, pasti apa yang di cita-citakan akan tercapai, dan begitu pula sebaliknya, apabila kita tidak memiliki kemauan dan usaha, tentunya dalam mencapai cita-citanya pasti mendapat hambatan.

2)   Faktor Kondisi

Ada faktor yang menguntungkan dan menghambat dalam pencapaian cita-cita. Faktor yang menguntungkan merupakan kondisi yang mempelancar tercapainya cita-cita. Sedangkan faktor yang menghambat merupakan kondisi yang menghalangi tercapainya cita-cita

3)   Faktor Tingginya Cita-cita

Ada pepatah mengatakan, gantungkanlah cita-citamu sampai setinggi langit. Ada pula pepatah yang mengatakan, gantungkanlah cita-cita sesuai dengan kemampuanmu. Dua hal tersebut tergantung diri kita dan sesuai dengan keinginan kita msing-masing.


C.    Kebajikan (Kebaikan)

Kebajikan adalah perbuatan yang selaras dengan hati kita, suara hati masyarakat, dan hokum Tuhan. Kebajikan berarti berkata sopan-santun, berbicara dan bertingkah laku baik, serta ramah-tamah. Yang mendatangkan kebaikan pada hakikatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma-norma agama atau etika.

Manusia berbuat baik, karena menurut kodratnya manusia itu baik dan bermoral. Atas dorongan suara hatinya, manusia cenderung berbuat baik. Kebajikan menusia nyata dan dapat dirasakan dalam tingkah lakunya. Tingkah laku berasal dari pandangan hidup, dan pastinya manusia memiiki tingkah laku yang berbeda-beda.

·      Faktor yang menentukan tingkah laku seseorang ada 3 hal, yaitu :

1)   Faktor bawaan (hereditas), yaitu faktor yang telah ada sejak kita lahir.

2)   Faktor lingkungan, yatu faktor yang dapat membentuk tingkah laku kita dapat berasal dari lingkungan.

3)   Faktor pengalaman
 
D.    Usaha (Perjuangan) 

Usaha dan perjuangan memang sangat diperlukan dalam pencapaian cita-cita. Gantungkanlah cita-cita setinggi-tingginya agar kita bisa bersemangat untuk mencapainya. Jangan pernah berputus asa, teruslah berjuang untuk mencapai cita-cita yang kita inginkan. Jangan pernah mengatakan kata malas, karena kemalasan adalah salah satu faktor yang dapat menghambat seseorang dalam menggapai cita-cita. Jauhkanlah diri dari sifat malas. Jadilah pribadi yang selalu mau berusaha dan berjuang keras dalam pencapaian cita-cita.

E.     Keyakinan (Kepercayaan)

Keyakinan atau kepercayaan yang menjadi dasar pandangan hidup berasal dari akal atau kekuasaan Tuhan YME. Menurut Prof. Dr. Harun Nasution ada 3 aliran filsafat, yaitu :

1)   Aliran Naturalisme

Hidup manusia itu dihubungkan dengan kekuatan gaib yang merupakan kekuatan tertinggi. Kekuatan gaib itu dari natur, dan itu dari Tuhan. Dalam aliran naturalisme terdapat dua ajaran, yaitu ajaran dogmatis dan ajaran agama dari pemuka agama.

2)   Aliran Intelektualisme

Hidup manusia itu dihubungkan dengan kekuatan gaib yang merupakan kekuatan tertinggi. Kekuatan gaib itu dari natur, dan itu dari Tuhan.

3)   Aliran Gabungan

Dasar aliran ini ialah kekuatan gaib dan juga akal. Kekuatan gaib, Misalnya kekuatan yang berasal dari Tuhan, percaya adanya Tuhan sebagai dasar keyakinan.

F.     Langkah-langkah Berpandangan Hidup


1)   Mengenal

Mengenal merupakan tahapan pertama dari setiap individu. Mengenal berarti mencoba mengetahui apa yang belum kita ketahui. 

2)   Mengerti

Mengerti disini dimaksudkan pada mengerti tentang pandangan hidup. Mengerti kearah mana tujuan hidup kita. 

3)   Menghayati

Menghayati nilai-nilai yang terkandung dalam pandangan hidup yaitu dengan memperluas dan memperdalam pengetahuan mengenai pandangan hidup.

4)   Meyakini

Meyakini merupakan suatu hal yang cenderung memperoleh suatu kepastian sehingga dapat mencapai tujuan hidupnya.

5)   Mengabdi

Mengabdi merupakan suatu hal yang terpenting dalam menghayati dan sesuatu yang telah dibenarkan dan diterima baik oleh dirinya sendiri lebih dari orang lain.

6)   Mengamankan

Mengamankan merupakan langkah terberat dan benar-benar membutuhkan iman yang teguh dan kebenaran dalam menanggulangi segala demi tegaknya pandangan hidup.




NOTE
“Dalam kehidupan ini, kita harus memiliki pandangan hidup. Pandangan hidup dapat kita artikan sebagai tujuan hidup. Tujuan atau pandangan hidup inilah yang harus kita capai, demi terlaksananya keberhasilan dalam kehidupan kita. Apabila kita memiliki cita-cita, alangkah baiknya, kita gantungkan cita-cita setinggi-tingginya, agar menumbuhkan motivasi dalam diri kita. Dan untuk mencapainya harus dilakukan dengan usaha, serta jangan lupa menyisipkan doa didalam usaha kita”.



Referensi :
*Digital Books Universitas Gunadarma (Ilmu Budaya Dasar)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar